Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

badge-check


					Chong dan istrinya Perbesar

Chong dan istrinya

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Usai persidangan selama enam minggu, juri menyatakan seorang pria Melbourne bersalah karena yang memperbudak seorang perempuan di rumahnya.

Chee Kit Chong dituduh pernah menendang wajah perempuan itu, memukulnya dengan gagang penyedot debu, dan membenturkan kepalanya ke dinding selama delapan bulan dari Februari hingga Oktober 2022.

Akhir pekan lalu, juri Pengadilan Negeri mengembalikan vonis bersalah atas tuduhan sengaja memperbudak dan menganiaya, tetapi membebaskannya dari dua tuduhan lainnya.

Jaksa penuntut menduga Chee memaksa perempuan tersebut untuk melakukan kerja paksa tanpa bayaran, mengontrol gerak-geriknya, makanan dan tidurnya, mengeksploitasinya secara finansial, dan menolak aksesnya ke perawatan medis yang layak.

Perempuan tersebut, berkewarganegaraan Indonesia dengan masa berlaku visa Australia yang sudah lewat, meninggal pada April 2024, pada usia 63 tahun.

Kematiannya tidak terkait dengan tindak pidana tersebut, demikian yang disampaikan di pengadilan.

Istri Chong, Angie Liaw, juga didakwa membantu tindak pidana, tetapi dibebaskan oleh Hakim Michael Cahill sebelum persidangan berakhir.

Perempuan Indonesia itu tinggal bersama Chee dan Angie di tiga rumah di Point Cook bersama anak-anak mereka.

Pengadilan mendengar ia pertama kali bertemu Chee pada tahun 2015 di Malaysia, di mana mereka mengembangkan “hubungan semi-keluarga”, demikian dakwaan jaksa penuntut.

Perempuan, yang dipanggil “Ibu” itu, tinggal bersama Chee di Australia pada tahun 2017 dan kemudian pindah bersama Chee dan Angie pada Februari 2022.

Jaksa penuntut menduga perempuan itu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga tetapi tidak dibayar dan diancam serta diserang oleh Chee.

“Dia berulang kali mengatakan kepadanya kalau ia harus bekerja untuk membayar utang. Dan ketika [korban] gagal memenuhi harapan Chee… mereka menghukumnya dengan menyerangnya, juga dengan merampas waktu tidur dan makanannya,” kata jaksa penuntut Shaun Ginsbourg SC dalam persidangan.

Polisi diberitahu tentang penderitaan perempuan itu ketika dia datang ke rumah sakit dengan telinga dan kaki bengkak, luka di kakinya, memar di sekitar matanya, dan tanda-tanda kekurangan gizi.

Chee membantah sudah membuat perempuan itu kelaparan atau memukulnya, dan mengatakan kepada polisi kalau perempuan itu jatuh sendiri lebih dari 20 kali di luar rumah mereka.

Selama persidangan, pengacaranya, Diana Price, mengatakan perempuan itu diperlakukan seperti anggota keluarga, dengan mengajaknya jalan-jalan dan menghadiri pesta.

Diana mengatakan perempuan itu menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga karena rasa “kewajiban” moral.

Pengacara pembela tersebut mengatakan kepada juri tindakan kliennya mungkin termasuk tindak penganiayaan terhadap lansia atau kekerasan dalam rumah tangga, tetapi bukan perbudakan.

“Dia tidak pernah dimiliki oleh siapa pun,” kata Diana.

Tuduhan perbudakan bisa terancam hukuman maksimal 25 tahun penjara.

Chee ditahan dan akan menghadapi sidang pra-putusan bulan depan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ratu Suthida Bikin Sejarah, Jalani Latihan Solo dengan Jet Tempur JAS 39 Gripen

27 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Era Baru Robotika: Ketika Kecepatan Lari Robot Salip Rekor Usain Bolt

23 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Ilmuwan Tiongkok Menciptakan Berlian yang Tak Bisa Dihancurkan

19 Agustus 2026 - 21:42 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

16 Agustus 2026 - 18:47 WIB

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Trending di Internasional