Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Angkatan Udara Kerajaan Thailand menyaksikan momen bersejarah seiring dengan langkah Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana yang kini tengah menjalani program pelatihan intensif untuk menerbangkan jet tempur Saab JAS 39 Gripen.
Ratu berusia 48 tahun tersebut mengikuti rangkaian pelatihan khusus di Wing 7, Surat Thani, yang dijadwalkan berlangsung dari pertengahan Agustus hingga awal September 2026.
Fokus utama dari program ini adalah mengantarkan sang Ratu mencapai kualifikasi penerbangan solo. Keberhasilan dalam menyelesaikan misi terbang mandiri ini akan mengukuhkan posisinya sebagai ratu aktif pertama di dunia yang mengudara sendirian menggunakan jet tempur supersonik.
Sebelum dipercaya mengendalikan Gripen, istri dari Raja Maha Vajiralongkorn ini telah memiliki rekam jejak yang solid di dunia dirgantara. Ia mengawali karier penerbangannya sebagai pramugari sebelum akhirnya mendalami dunia militer dan memperoleh lisensi pilot resmi.
Ratu Suthida juga tercatat telah menyelesaikan fase latihan transisi menggunakan pesawat latih jet L-39 di Sekolah Pelatihan Penerbangan Nakhon Pathom. Seluruh tahapan taktis yang dijalani saat ini berada di bawah pengawasan ketat tim instruktur senior Angkatan Udara Kerajaan Thailand guna memastikan standar keselamatan tertinggi.
Jet tempur Saab JAS 39 Gripen buatan Swedia yang digunakan dalam latihan ini merupakan salah satu pesawat tempur multiperan paling efisien di dunia. Pesawat ini dirancang untuk menjalankan tiga misi utama sekaligus, yaitu pertahanan udara, serangan permukaan, dan pengintaian.
Keunggulan utama Gripen terletak pada kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di landasan pacu yang pendek atau bahkan menggunakan jalan raya umum, yang dipadukan dengan sistem perawatan cepat di lapangan.
Dari segi performa teknis, armada udara andalan Thailand ini ditenagai oleh mesin turbofan Volvo RM12 yang mampu mendorong pesawat hingga kecepatan maksimal Mach 2 atau dua kali kecepatan suara.
Jet tempur ini memiliki bentang sayap sepanjang 8,4 meter dan panjang badan sekitar 14,1 meter. Keunggulan operasionalnya semakin diperkuat oleh radar modern berkemampuan tinggi yang dapat melacak banyak target sekaligus dari jarak jauh, serta kompatibilitasnya dengan berbagai persenjataan canggih standar NATO, mulai dari rudal udara-ke-udara hingga bom berpemandu presisi.****


























