Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

badge-check


					Albanese saat ikuti game Perbesar

Albanese saat ikuti game

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Perdana Menteri Australia Anthony Albanese “tanpa ragu” meminta maaf karena mengatakan dia akan berhubungan intim dengan selebriti Kylie Minogue dalam sebuah podcast.

Dalam episode terbaru podcast Bush Deep, PM Albanese diminta oleh pembawa acara Nikki Osborne untuk memainkan game “shag, marry, date” atau di mana ia harus memilih dengan siapa “berhubungan intim, menikah, atau berkencan.”

“Kylie Minogue, Nicole Kidman, atau Rhonda Burchmore?” tanya Nikki kepada PM Albanese.

Awalnya, PM Albanese tidak menjawab dan mengatakan dia “baru saja menikah” dan “baru enam bulan” lamanya.

Tetapi ketika didesak tentang apa yang akan terjadi jika pernikahannya gagal, PM Albanese berkata, “Oh, jelas Kylie.”

“Anda akan menikahi Kylie, berhubungan intim dengannya, dan berkencan dengannya?” tanya Nikki.

“Semua itu,” jawab PM Albanese.

Selama acara podcast tersebut PM Albanese juga berkomentar soal kehidupan seksnya dengan istrinya, Jodie Haydon, dan mengatakan kemenangan tim South Sydney Rugby League adalah afrodisiak, atau pembangkit gairah, yang baik.

Hari Senin ini (06/07), PM Albanese mengeluarkan pernyataan melalui kantornya yang berisi permintaan maaf.

“Saya tanpa ragu meminta maaf atas komentar tersebut,” katanya.

Dikecam Anggota Parlemen Perempuan

Nikki Osborne mengajukan serangkaian pertanyaan yang sama kepada semua tamunya di akhir podcast-nya, termasuk permainan “shag, marry, date” meskipun nama-nama perempuan tersebut umumnya berubah.

Anggota parlemen bernama Zali Steggall, menyebut tanggapan PM Albanese dalam podcast tersebut “sama sekali tidak pantas” dan mengatakan seharusnya ia tidak perlu berpartisipasi dalam permainan di podcast tersebut.

“Ia perlu belajar untuk menolak, memberi contoh, dan menyebutnya sebagai tindakan seksis,” katanya.

Menteri komunikasi bayangan dari pihak oposisi, Sarah Henderson, juga mengecam PM Albanese, dengan mengatakan: “Rakyat Australia pantas mendapatkan yang lebih baik.”

“Bukannya menolak untuk terlibat secara sopan, Albanese malah terlibat dalam hal-hal yang tidak senonoh dengan komentar-komentarnya yang menunjukkan hal yang sangat buruk, saat kepercayaan terhadap Partai Buruh sedang runtuh,” katanya.

“Ucapan PM Albanese yang tidak disaring membuat Partai Buruh yang mengklaim sebagai pembela perempuan menjadi bahan ejekan. Seberapa rendahkah perdana menteri ini? Rakyat Australia pantas mendapatkan yang lebih baik dari ini.”

Permohonan maaf PM Albanese soal ucapannya di podcast

Anggota parlemen Tanya Plibersek, sebelumnya membela rekam jejak PM Albanese, dan mengatakan pemerintah memiliki kredibilitas yang kuat dalam kesetaraan perempuan.

“Saya tidak akan mengomentari podcast yang belum saya dengar. Saya hanya mendengar beberapa detik saja,” kata Tanya, sebelum PM Albanese menyampaikan permintaan maafnya.

“Jika yang dikatakan perdana menteri adalah dia penggemar Kylie Minogue, saya kira itu sama dengan jutaan warga Australia lainnya, termasuk saya.”

Pelaksana Tugas Perdana Menteri Richard Marles, yang menggantikan PM Albanese yang sedang berkunjung ke kawasan Pasifik, mengatakan kepada program Breakfast ABC Radio National bahwa pemerintah “sangat berkomitmen” untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam masyarakat.

“Dari waktu ke waktu, kami jelas melakukan wawancara yang berbeda dari yang kami lakukan sekarang, tetapi saya pikir poin lain yang perlu disampaikan di sini adalah pemerintahan yang dipimpin PM adalah pemerintahan pertama dalam sejarah yang memiliki kesetaraan dalam hal jumlah pria dan perempuan di kabinet,” katanya.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Trending di Headline