Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

badge-check


					Maglev supercepat China Perbesar

Maglev supercepat China

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Sebuah kereta api peluru eksperimental di Tiongkok memecahkan rekor dunianya sendiri untuk akselerasi, melaju dari nol hingga 800 km per jam dalam waktu sekitar lima detik, yang berpotensi membuka jalan bagi transportasi berkecepatan sangat tinggi .

Kereta maglev yang berat itu berakselerasi dari keadaan diam hingga 800 km per jam hanya dalam 5,3 detik di lintasan uji sepanjang 1 km di Laboratorium Donghu di provinsi Hubei .

Kereta Maglev (magnetic levitation) menggunakan gaya magnet untuk mengangkat seluruh kereta sedikit di atas rel, menghilangkan gesekan yang terkait, sementara gelombang magnet yang dihasilkan oleh kumparan di sekitar rel mendorong kendaraan maju.

Para peneliti Tiongkok menunjukkan bahwa kereta api tersebut tidak hanya dapat mencapai kecepatan ekstrem, tetapi juga dapat berhenti secara terkontrol dengan sistem pengeremannya .

Setelah melaju dari nol hingga 800 km per jam, kereta berhenti dengan mulus, secara bertahap dalam jarak sekitar 200 meter.

Ini adalah kali ketiga dalam enam bulan kereta yang sama memecahkan rekor dunia untuk akselerasi maglev jarak pendek .

Kereta seberat 1,1 ton ini pertama kali diuji pada Juni 2025, ketika mencapai kecepatan sekitar 650 km per jam dalam tujuh detik, menciptakan rekor dunia. Kereta maglev ini memecahkan rekornya sendiri dalam uji coba selanjutnya, mencapai akselerasi hingga sekitar 700 km per jam dan 798 km per jam sambil secara signifikan mengurangi waktu tempuh.

Melalui setiap uji coba, para peneliti mendorong beberapa teknologi penting hingga batas kemampuannya, termasuk pengiriman energi daya tinggi, propulsi elektromagnetik, kontrol levitasi kecepatan tinggi, dan pengereman darurat, seperti yang dilaporkan oleh stasiun televisi nasional CCTV.

Kereta Maglev yang saat ini beroperasi di seluruh Tiongkok dan Jepang melaju dengan kecepatan sekitar 320 km per jam. Kereta Maglev komersial tercepat di dunia, Fuxing Rail di Tiongkok, mencapai kecepatan tertinggi 350 km per jam.

Para peneliti di Universitas Teknologi Pertahanan Nasional China juga sedang membangun kereta maglev berkecepatan sangat tinggi, dengan salah satu uji coba mereka mencapai akselerasi 697 km per jam hanya dalam dua detik.

Meskipun teknologi pada tahap saat ini belum dirancang untuk mengangkut manusia, para peneliti berharap prinsip-prinsip dasarnya pada akhirnya akan mengarah pada sistem peluncuran untuk roket dan jet tempur.

Para ilmuwan Tiongkok juga sedang mengembangkan teknologi maglev berkecepatan sangat tinggi serupa untuk mengoperasikan kereta api di dalam tabung bertekanan rendah atau vakum.

Namun, hal ini pun menghadapi beberapa tantangan, termasuk biaya infrastruktur, keselamatan penumpang, dan pembangunan jalur rel yang presisi dan sejajar dalam jarak yang jauh.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Trending di Internasional