Penulis: Sri Muryanto| Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWD.COM, SURABAYA — Terjadi insiden ledakan dahsyat mengguncang kawasan elit Pakuwon City, di Jalan Kalisari Utara I, Kelurahan Mulyorejo, Surabaya, Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB. .6 Oktober 2026
Peristiwa memicu kepanikan warga ini terjadi di lokasi Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri, dan dampaknya merambat ke puluhan bangunan serta kendaraan di sekitarnya.
Dampak
Akibat ledakan tersebut, lima orang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Haji Sukolilo Surabaya.
Kelima korban terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan, diduga menderita luka bakar serta luka terkena serpihan kaca dan puing bangunan. Hingga kini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kerusakan bangunan tercatat cukup meluas:
- Sebanyak 41 unit bangunan — berupa ruko, pertokoan, dan hunian di sekeliling lokasi kejadian — mengalami kerusakan, mulai dari retak dinding, jendela pecah, hingga sebagian atap runtuh.
- 12 kendaraan ikut rusak akibat ledakan: empat mobil, satu truk, dan tujuh sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi. Kaca-kaca kendaraan hancur, bodi penyok tertimpa puing, dan sebagian mengalami kerusakan bakar.
Keterangan Pemilik
Pemilik Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri menyampaikan peristiwa berlangsung sangat tiba-tiba.
“Kami sedang bersiap melayani pembeli, tiba-tiba terdengar suara ledakan sangat keras dari arah dapur.” Katanya.
“Semua kaca pecah seketika, asap mengepul, kami semua lari keluar menyelamatkan diri,” ucapnya dengan nada gemetar.
Ia menjelaskan di dapur restoran terpasang tiga tabung gas LPG ukuran 50 kilogram yang digunakan untuk memasak.
“Kami tidak menyangka hal ini terjadi, semua peralatan kami kira sudah aman,” tambahnya.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, memberikan keterangan resmi di lokasi kejadian siang harinya.
“Hasil pemeriksaan tim Inafis dan Gegana telah memastikan, ledakan ini bukan disebabkan oleh bahan peledak atau bom. Murni terjadi karena kebocoran gas LPG,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa gas yang bocor menumpuk di ruang tertutup, lalu terpicu api kompor sehingga meledak.
“Tabung gasnya sendiri utuh, tidak pecah. Yang bocor adalah saluran pipanya. Jadi bukan tabung yang meledak, tapi gas yang sudah terlanjur mengisi ruangan,” jelas Kapolrestabes
Kronologi
- Pukul 07.00–07.15 WIB — Warga dan pekerja restoran mencium bau gas menyengat
- Pukul 07.30 WIB — Terjadi ledakan hebat, kaca seantero kawasan pecah seketika
- Pukul 07.35 WIB — Petugas Damkar, BPBD, dan kepolisian tiba di lokasi, memasang garis pengaman, serta mengevakuasi korban
- Pukul 09.30 WIB — Pemeriksaan TKP selesai, dipastikan bukan aksi teror
- Siang hingga sore — Warga mulai diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah dinyatakan aman
Peristiwa ini mengingatkan kembali pentingnya pemeriksaan rutin saluran, selang, dan sambungan gas di tempat usaha maupun rumah tangga.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, dampak kerusakan yang terjadi cukup besar dan menjadi pelajaran berharga: kesiapan keselamatan bukan sekadar formalitas, melainkan hal yang menyangkut nyawa dan harta benda banyak orang.**

















