Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Christa Pike Dua Kali Diinjeksi Mati, Namun Tetap Hidup

badge-check


					Christa Pike terpidana mati Perbesar

Christa Pike terpidana mati

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Terpidana mati kasus pembunuhan asal Tennessee, Amerika Serikat, bernama Christa Pike (50 tahun), selamat dan masih hidup setelah menjalani proses eksekusi mati yang gagal pada Rabu malam, 30 September 2026.

Meskipun tim eksekutor telah menyuntikkan dua dosis penuh cairan mematikan pentobarbital, jantung Pike tetap berdetak dan ia dilaporkan masih bernapas serta mendengkur di atas ranjang eksekusi.

Akibat kegagalan ini, ia segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans dalam kondisi kritis untuk mendapatkan perawatan penyelamatan nyawa.

Berdasarkan keterangan tim pengacara dan pakar hukum, ada beberapa faktor teknis dan medis yang menyebabkan eksekusi ini gagal.

Sebelum eksekusi, tim hukum Pike sebenarnya sudah mengajukan keberatan karena klien mereka menderita kelainan darah kronis seumur hidup. Kondisi medis ini membuat pembuluh darahnya sangat sulit diakses untuk sirkulasi obat secara efektif, yang pada akhirnya membuat penyerapan dosis zat mematikan tidak bekerja sesuai skenario.

Karena zat kimia pentobarbital sudah masuk ke tubuh tetapi gagal menghentikan jantung dan justru membuat Pike menderita (bernapas berat dan mendengkur keras dalam kondisi tidak sadar).

Tim pengacara langsung mengajukan mosi darurat demi menghentikan eksekusi atas dasar pelanggaran hak konstitusional terkait larangan hukuman yang kejam dan tidak manusiawi (cruel and unusual punishment).

Kejadian Langka
Sangat langka dan tidak pernah terjadi sebelumnya dengan skema seperti ini.
Dalam sejarah hukum modern Amerika Serikat, kegagalan eksekusi mati (botched execution) biasanya terjadi pada tahap awal—yaitu ketika petugas menyerah karena gagal total menemukan pembuluh vena selama berjam-jam.

Sehingga cairan mematikan belum sempat disuntikkan (seperti kasus Tony Carruthers di Tennessee pada Mei 2026 atau Kenneth Eugene Smith di Alabama pada 2022).

Kasus Christa Pike menjadi sangat langka dan tidak terprediksi karena cairan dosis mematikan utama DAN dosis cadangan (total dua dosis penuh) sudah berhasil disuntikkan ke dalam tubuh.

Namun tubuh sang terpidana menolak mati dan tetap bertahan hidup.
Pakar hukum menyatakan protokol resmi negara bagian Tennessee sendiri tidak mengatur skenario apa yang harus dilakukan jika narapidana masih bernapas setelah dosis kedua habis.

Imbas dari peristiwa langka ini, Gubernur Tennessee, Bill Lee, langsung mengumumkan penangguhan (moratorium) seluruh jadwal eksekusi mati di negara bagian tersebut selama sisa tahun 2026 untuk melakukan investigasi menyeluruh atas kegagalan sistemik ini.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Drama Berdarah di Balik Kokpit Flydubai Tujuan Israel 

1 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Kemenpar- KJRI Dukung Rute Baru Hong Kong-Surabaya

29 September 2026 - 20:48 WIB

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

“Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf, Trump Gemparkan Netizen

17 September 2026 - 16:00 WIB

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

14 September 2026 - 18:51 WIB

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Trending di Internasional