Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Sabotase Siber Kulkas Supermarket Picu Ancaman Krisis Pangan di 11 Negara Eropa

badge-check

Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Gelombang serangan siber yang melanda setidaknya 11 negara Eropa sejak awal pekan ini berhasil melumpuhkan operasional puluhan jaringan ritel raksasa seperti Ahold Delhaize, Carrefour, Coop, hingga IKEA.

Hasil investigasi forensik digital mengungkap bahwa kelalaian fatal manajemen ritel yang membiarkan perangkat mereka menggunakan pengaturan pabrik (default factory setting) menjadi karpet merah bagi para pelaku untuk menyusup.

Peretas dilaporkan hanya perlu menebak kredensial sistem dengan memasukkan nama pengguna ‘Supervisor’ dan kata sandi bawaan ‘12345’ untuk menguasai jaringan pendingin komersial dari jarak jauh.

Modus operandi sabotase digital ini tergolong sangat sederhana namun berdampak masif dan merusak. Setelah berhasil masuk ke panel kontrol terbuka menggunakan kata sandi ‘12345’ tersebut, peretas langsung mengubah pengaturan suhu dari mode pembeku ekstrem ke mode pemanas atau pencairan bunga es (defrost).

Akibatnya, suhu di dalam lemari pendingin supermarket melonjak drastis hingga menyentuh angka 50 hingga 55 derajat Celsius. Perubahan suhu ekstrem ini seketika merusak rantai dingin (cold chain), mencairkan es, membusukkan berton-ton pasokan daging serta bahan segar, dan memaksa pengelola toko membuang seluruh stok makanan dengan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan ribu euro per gerai.

Dugaan keterlibatan kelompok peretas Rusia menguat setelah dua kelompok hacker yang dikenal memiliki kedekatan dengan intelijen militer Rusia (GRU)—yaitu NoName057(16) dan Z-Pentest Alliance—sempat mengklaim bertanggung jawab atas aksi pembobolan massal ini melalui saluran Telegram mereka sebelum akhirnya unggahan tersebut dihapus.

Tanpa adanya tuntutan uang tebusan (ransomware), intelijen Barat menilai motif utama serangan ini murni operasi sabotase geopolitik atau perang hibrida (hybrid warfare) yang sengaja dirancang Moskow untuk memicu kepanikan publik, mengacaukan ekonomi, serta mengikis kepercayaan konsumen di negara-negara anggota NATO.

Menanggapi situasi genting ini, otoritas keamanan siber Eropa, termasuk National Cyber Security Centre (NCSC) Inggris, kini mendesak seluruh pelaku industri ritel untuk segera melakukan pembaruan perangkat lunak dan mengganti kata sandi bawaan guna mencegah perluasan area serangan.***

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

IMF Nobatkan RI Jadi Ekonomi Terbesar Ke-7 Dunia, Ungguli Inggris dan Prancis

25 Okt 2026 - 19:59 WIB

IMF Nobatkan RI Jadi Ekonomi Terbesar Ke-7 Dunia, Ungguli Inggris dan Prancis

China Olah Tebu Jadi Minuman Fermentasi hingga Alat Makan

22 Okt 2026 - 18:24 WIB

China Olah Tebu Jadi Minuman Fermentasi hingga Alat Makan

Elon Musk Pamer Mobil yang Bisa Terbang

16 Okt 2026 - 20:27 WIB

Elon Musk Pamer Mobil yang Bisa Terbang

Kardinal Pietro Parolin Gantikan sementara Tugas Paus Leo XIV

15 Okt 2026 - 19:06 WIB

Kardinal Pietro Parolin Gantikan sementara Tugas Paus Leo XIV

Dari Matras Kamar Sempit hingga Raksasa Teknologi: Kisah Ren Zhengfei Membangun Huawei Lewat Badai Krisis

10 Okt 2026 - 13:31 WIB

Dari Matras Kamar Sempit hingga Raksasa Teknologi: Kisah Ren Zhengfei Membangun Huawei Lewat Badai Krisis

Dari Inggris hingga Singapura, Penolakan Gugatan Ijazah Wapres Jadi Perhatian

7 Okt 2026 - 21:09 WIB

Dari Inggris hingga Singapura, Penolakan Gugatan Ijazah Wapres Jadi Perhatian

Christa Pike Dua Kali Diinjeksi Mati, Namun Tetap Hidup

2 Okt 2026 - 20:22 WIB

Christa Pike Dua Kali Diinjeksi Mati, Namun Tetap Hidup

Drama Berdarah di Balik Kokpit Flydubai Tujuan Israel 

1 Okt 2026 - 18:40 WIB

Drama Berdarah di Balik Kokpit Flydubai Tujuan Israel 

Kemenpar- KJRI Dukung Rute Baru Hong Kong-Surabaya

29 Sep 2026 - 20:48 WIB

Kemenpar- KJRI Dukung Rute Baru Hong Kong-Surabaya
Trending di Internasional