Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

badge-check


					Mantan PM Inggris Boris Johnson Perbesar

Mantan PM Inggris Boris Johnson

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDOMEWS.COM, JAKARTA-Ketegangan geopolitik di Eropa Timur kembali memuncak menyusul insiden seragan udara Rusia yang nyaris mengenai mantan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, serta sejumlah diplomat senior Uni Eropa.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu pagi, 13 September 2026, di dekat Stasiun Yahodyn, wilayah Volyn, yang berbatasan langsung dengan Polandia.

Rombongan delegasi tingkat tinggi tersebut sedang dalam perjalanan kembali menuju Warsawa, Polandia, setelah menghadiri Konferensi Yalta European Strategy (YES) di ibu kota Kyiv.

Di dalam kereta khusus tersebut, tercatat beberapa tokoh penting Barat, antara lain mantan PM Inggris Boris Johnson, mantan PM Swedia Carl Bildt, serta penasihat keamanan utama dari Jerman, Prancis, dan Italia.

Berdasarkan laporan resmi dari otoritas perkeretaapian Ukraina (Ukrzaliznytsia), alarm peringatan serangan udara mulai berbunyi di sekitar area stasiun pada pukul 05.00 waktu setempat.

Baca Juga: Liga Primer 2026/2027: Badan Wasit Ngaku Blunder, Minta Maaf ke MU Soal Gol Haaland!

Guna mengantisipasi ancaman, operator mempercepat jadwal keberangkatan kereta yang membawa Boris Johnson dan rombongan VIP agar segera meninggalkan zona bahaya.

Hanya berselang sekitar 15 menit setelah kereta rombongan utama bergerak, sebuah drone kamikaze milik militer Rusia menghantam lokomotif kereta penumpang sipil yang sedang berhenti tepat di belakang rute mereka.

Benturan keras tersebut menyebabkan ledakan dan kebakaran hebat pada bagian mesin kereta.

Berkat respons cepat dari sistem keamanan stasiun yang langsung mengevakuasi seluruh penumpang di area sekitar sebelum benturan terjadi, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.

Kereta yang ditumpangi delegasi Barat sempat tertahan selama beberapa saat untuk penyisiran keamanan sebelum akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan dengan aman menuju Dorohusk, Polandia.

Pasca-insiden tersebut, Boris Johnson mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan militer Rusia melalui akun media sosial pribadinya. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil di perbatasan merupakan bentuk terorisme nyata.

“Sangat sulit memahami logika di balik keputusan untuk meledakkan lokomotif sipil yang sedang berhenti di dekat perbatasan Polandia. Insiden pagi ini adalah potret nyata dari serangan acak dan kejam yang harus dihadapi oleh warga sipil Ukraina setiap harinya,” tegas Johnson.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ratu Suthida Bikin Sejarah, Jalani Latihan Solo dengan Jet Tempur JAS 39 Gripen

27 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Era Baru Robotika: Ketika Kecepatan Lari Robot Salip Rekor Usain Bolt

23 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Ilmuwan Tiongkok Menciptakan Berlian yang Tak Bisa Dihancurkan

19 Agustus 2026 - 21:42 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

16 Agustus 2026 - 18:47 WIB

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Trending di Internasional