Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Hadi S. Purwanto
KREDONEWS.COM– Perang Sipil memuncakkan konflik yang terjadi antara individualisme Amerika dan pemerintah Amerika.
Suku-suku pejuang Indian didorong untuk membangun hubungan dengan musuh terorganisasi yang terus meningkat naik yaitu para Texas Ranger kemudian Kavaleri Amerika Serikat yang mengakibatkan pertempuran-pertempuran kuno yang terkenal dalam film perang-perang Western dan kekejaman serta pembunuhan nyata, yang beberapa darinya dipimpin oleh milisi lokal.
“Senapan Colonel Equaliser Colt dan Winchester menjadi penakluk kerbau dan suku Indian. Persenjataan ini menyebabkan suku Indian baru berhasil diasingkan ke makam atau reservasi menjelang tahun 1890, ketika perintis resmi mengakhirinya dalam Amerika Serikat yang lengkap.
Kaum Indian selalu membunuh lebih banyak orang kulit putih daripada kalah. Namun jumlah, senjata serta penyakit mengalahkan mereka.
Mereka menangkap para perintis penentang mereka; para pemicu perang yang sesungguhnya, para penambang dan pemburu kerbau serta koboi. Sikap rakus untuk mendapatkan tambang-tambang mendorong lahirnya serbuan pasukan terhadap kawasan Black Hills, meskipun ada perjanjian atas kemenenangan Red Cloud melawan pasukan Amerika hingga pertahanan terakhir Custer hingga penaklukan suku Sioux.
Pertama kali bekerja sebagai pengintai Pasukan AS, Buffalo Bill membuat para perwira merasa ngeri karena membawa kulit kepala seorang Indian sebagai piala.
Dia sendiri menjadi legenda dalam karir bisnis pertunjukan yang gagal. Para koboi pun menciptakan mitos pedesaan Amerika paling kuat— novel dan film Wetern kerapkali dengan para penjahat sebagai model bagi kalangan muda.
Kuda dan ternak para koboi, kuda-kuda liar kecil padang gurun dan banteng berasal dari bangsa Spanyol Meksiko. Namun, seperti dituliskan Theodore Roosevelt, “penunggang kuda buas padang-padang rumput, pahlawan dengan tali dan pistol, merupakan saudara pertama orang pedalaman kawasan Alleghenie selatan, merupakan pengguna kapak dan senjata.
Koboi-koboi pertama adalah para bandit Tory yang merampok pekerbunaan-perkebunan Amereka selama Revolusi. Mereka menjadi koboi Western pertama masih menjadi bandit, merampok peternakan-peternakan kuda bangsa Meksiko di seberang Rio Grande.
Mereka melawan hukum dan pihak berwewenang dan dengan demikian menjadi pendiri Texas, ketika pada tahun 1836, Sam Houston mengantarkan mereka kepada kemenangan dan kemerdekaan melawan Meksiko.
Mereka terlibat dalam Perang Meksiko dan kavaleri Amerika Selatan dalam Perang Sipil.
Semua yang kembali pulang menjadi pahlawan kawasan terbuka pada masa-masa belakangan dari Cattle Kingdom di kawasan Great Plains.
Pemberontak baru adalah bangsa kulit putih–atau kulit hitam. Yang melancarkan perang dalam Perang Meskiko dan Perang Sipil dan menjadi pewaris situasi tanpa hukum penuh kebencian.
Banyak bandit Western menemukan diri sebagai penjahat yang bagaimanapun harus bertempur sebagai rerilyawan Amerika Selatan, menjadi tentara tidak resmi yang tidak pernah bisa dimaafkan oleh bangsa Amerika di Utara.
Perjalanan berkuda pertama Jesse James bersama Quantrills Raiders menggunakan taktik suku Indian Apache guna mengepung dan meneror kawasan Kansas, Oklahama dan Texas.
Ketika damai tercipta pada tahun 1865, Jesse justru menemukan dirinya sendiri sebagai penjahat, baru berusia 17 tahun dan dilatih menunggang kuda, menembak, hidup kasar dan merampok demi hidup.
Sebagai seorang veteran remaja, dia tidak dapat menerima perdamaian. Dia dan saudaranya Frank serta Youngers dan banyak Quantrill’s raiders lainnya menggunakan taktik gerilya dengan tujuan mengambil uang dari bank dan gerbong-gerbong kereta api.
Tidak ada bandit yang jauh lebih dikenal atau lebih banyak ditiru dibanding Jesse James.
Dia menjadi pahlawan desa dan penentu pola “Kode bagi Barat” selama 17 tahun pada masa antara akhir Perang Sipil dan kematiannya di tangan Bob Ford, “sang penakut kecil jorok,” yang menembak punggung Jesse ketika temannya menimbuni sulaman ibunya dengan debu, bersulamkan tulisan “God bless our home” (Allah memberkati rumah kami). (Bersambung)

















