Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Akun Mr Bert: Data Pribadi Menkomdigi Meutya Hafid Dijual Rp2000, RI No.2 di Dunia Penipuan Daring

badge-check


					Setelah memunculkan data pribadi Wakil Presiden Gibran, kini Mr Bert unggah contoh nyata kebocoran data pribadi menteri Komdigi, Meutya Hafid. Tetap tidak sadar dan tidak merespon betapa negara tidak mampu melindungi hak privasi rakyatnya, termasuk wapres dan menteri komdigi. Foto: instagram@realmrbert Perbesar

Setelah memunculkan data pribadi Wakil Presiden Gibran, kini Mr Bert unggah contoh nyata kebocoran data pribadi menteri Komdigi, Meutya Hafid. Tetap tidak sadar dan tidak merespon betapa negara tidak mampu melindungi hak privasi rakyatnya, termasuk wapres dan menteri komdigi. Foto: instagram@realmrbert

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA — Sebuah video berdurasi panjang yang menyebar luas di media sosial menjadi perbincangan hangat, Jumat, 2 Oktober 2026

Pengunggah yang dikenal sebagai Mr. Bert menyampaikan pesan terbuka kepada Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dengan nada hormat namun tegas.

Ia menampilkan bukti diduga kebocoran data pribadi menteri — termasuk data keluarga, kata sandi, hingga rincian yang seharusnya rahasia — dan menegaskan bahwa data tersebut dapat dibeli dengan harga hanya Rp2.000.

Berikut adalah kutipan utuh pesannya:

“Benarkah, Ibu? Ini adalah data keluargamu, data anakmu, data suamimu — yang saya tutupi untuk menjaga privasi Ibu. Ini adalah kata sandi Ibu yang jelas semuanya bisa dibaca. Kata sandi seorang Menteri Komdigi.

Ibu yang saya hormati, saya kasih tahu: ini bukan untuk mempermalukan Ibu atau melakukan doxing. Saya tutupi semua bagian yang sangat sensitif. Tapi tujuan saya supaya Ibu sadar: seorang Menteri yang harus menangani kebocoran data, dan di bawah Ibu ada ribuan orang hebat di bidang teknologi informasi — supaya Ibu sadar, kalau ada orang yang melapor bahwa kebocoran data di Indonesia itu baik-baik saja, itu tidak benar.

Kebocoran data kita terjadi secara masif, luar biasa, hampir tidak terkontrol di mana-mana. Negara kita sudah menjadi negara penipu nomor 2 di dunia. Bagaimana jikalau seorang Menteri yang nomor satu yang harusnya peduli dengan kebocoran data, datanya sendiri bocor separah ini? Bagaimana kami — orang-orang kecil di bawah ini?

Tahukah Ibu, kami ini jadi target penipuan tanpa henti dari segala arah? Kami tidak berani lagi mengangkat telepon. Dari sepuluh panggilan yang masuk, begitu banyak yang adalah penipu yang sudah tahu data pribadi kami.

Ketika Ibu dipilih, saya merasa ada harapan baru. Saya berharap kebocoran data bisa berhenti. Saya berkali-kali datang ke Komdigi, saya sampaikan ada lubang keamanan. Bukan soal data siapa yang bocor — itu bukan cari sensasi — supaya ada yang sadar dan melakukan perbaikan. Tapi tidak ada yang dilakukan secara signifikan.

Data Ibu, Menteri Komdigi, bisa dibeli cuma Rp2.000. Saya tidak perlu meretas, cukup beli di Telegram. Setiap minggu ada data baru yang bocor. Profesi yang paling menguntungkan sekarang jadi penipu. Uang rakyat hilang dan susah kembali.

Bagaimana membangun negeri kalau mengangkat telepon saja tidak berani? Bagaimana berbisnis kalau semua dianggap penipu?

Saya tidak minta posisi. Saya minta tindakan. Cari mereka yang peduli, bekerjalah dengan mereka. Lakukan sesuatu, Ibu punya kekuasaan itu. Jangan hapus video ini — ini bukti kepedulian saya untuk Indonesia. Kalau Ibu baru tahu sekarang, lakukan perbaikan. Saya Mr. Bert, salam hormat.”

Fakta Muncul

  • Harga data: Rp2.000 untuk data pribadi seorang Menteri
    ​
  • Sumber pembelian: dapat diperoleh melalui saluran-saluran di aplikasi Telegram
    ​
  • Kasus sebelumnya: Data pelamar kerja di lingkungan Kementerian Komdigi sendiri bocor pada Mei 2026; bot penjual data League Ocean dan Likosin dibongkar Polda Jawa Barat September lalu
    ​
  • Peringkat: Indonesia disebut sebagai negara dengan aktivitas penipuan daring tertinggi kedua di dunia
    ​
  • Dampak: Masyarakat kehilangan kepercayaan, takut mengangkat telepon, kerugian keuangan merata di seluruh lapisan.

Belum ada pernyataan resmi dari Menkomdigi Meutya Hafid maupun Kementerian Komdigi menanggapi pesan terbuka ini.

Publik menantikan: apakah akan ada penyelidikan, penindakan terhadap penjual data, dan perbaikan sistem yang sungguh-sungguh.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Soto Ayam Golkar Rp10.000 Laris Manis, Agus Karim 8 Tahun Menggelar Jumat Legi Berkah Makan Gratis

17 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Praktek Goreng Saham, OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun kepada DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Trending di News