Penulis: Arief S. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG — Asap mengepul dari gudang penyimpanan sekolah di siang hari Senin, 5 Oktober 2016. Kebakaran melanda kompleks MTs Mamba’ul Ma’arif, di Jalan KH Bisri Syamsuri No. 77, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang.
Api melahap gudang, ruang pengemasan air mineral, hingga ruang administrasi — namun beruntung tidak menelan korban jiwa.
Peristiwa bermula sekitar pukul 09.30 WIB, ketika petugas keamanan melihat kepulan asap dari arah gudang bangunan satu lantai tersebut.
Ruangan itu bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan juga digunakan sebagai lokasi pengemasan produk air mineral sekolah.
Bersama warga sekolah, petugas berupaya memadamkan dengan peralatan sederhana sejak pukul 09.40 WIB, namun api justru membesar dan meluas.
Pihak sekolah segera melapor ke Pusdalops BPBD Jombang, yang meneruskan panggilan ke Pos Damkar sekitar pukul 10.00 WIB.
Satu unit mobil pemadam berangkat pukul 10.05 WIB dan tiba di lokasi sepuluh menit kemudian.
Kepala BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menguraikan penanganan:
“Kami kerahkan satu unit fire pumper truck, dua unit supply truck, serta satu unit Heluk lengkap peralatan. Langsung dilakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain. Setelah terkendali, dilakukan pembasahan menyeluruh agar tidak ada bara yang menyala kembali.”
Pihak kepolisian juga turut mengamankan lokasi. AKP Edy Widoyono, Kapolsek Jombang Kota, menyatakan bahwa petugas SPKT dan piket Reskrim hadir untuk memastikan ketertiban serta memeriksa lokasi kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik, diperburuk oleh cuaca panas yang mempercepat jalaran api.
Luas bangunan yang terbakar sekitar 8 × 20 meter, mencakup gudang, ruang pengemasan, ruang mesin utama, ruang administrasi, dan ruang tandon. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 15 juta.
Api dinyatakan padam sepenuhnya pukul 12.15 WIB. Penanganan melibatkan Damkar, BPBD, Polsek, Koramil, Babinsa, PLN, perangkat desa, dan warga sekitar.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala serta menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber aliran listrik.
Kronologi
- 09.30 WIB Petugas keamanan melihat asap dari gudang penyimpanan & ruang pengemasan
- 09.40 WIB Upaya pemadaman dini oleh warga sekolah — belum mampu menahan api
- ±10.00 WIB Laporan diteruskan ke Pos Damkar Jombang
- 10.05 WIB Armada Damkar berangkat ke lokasi
- 10.15 WIB Petugas tiba di lokasi → langsung lakukan pemadaman
- 10.15–12.15 WIB Pengendalian api + pembasahan area terdampak
- 12.15 WIB Api dinyatakan padam sepenuhnya
— Dugaan penyebab: korsleting listrik + cuaca panas; penyelidikan berlanjut
— Kerugian ±Rp 15 juta; tidak ada korban. **

















