Menu

Mode Gelap

Headline

Dinsos Jombang Beri Pelatihan Skill Memasak dan Kue bagi 20 Perempuan Rentan Sosial Ekonomi

badge-check


					Sebanyak 20 Perempuan Rentan Sosial dan Ekonomo (PRSE) mednapat pealtihan skill memasak dan membuat kue dari Dinsos Pemkab Jombang. Foto: dinsos pemkab jombang Perbesar

Sebanyak 20 Perempuan Rentan Sosial dan Ekonomo (PRSE) mednapat pealtihan skill memasak dan membuat kue dari Dinsos Pemkab Jombang. Foto: dinsos pemkab jombang

Penulis : Elok Apriyanto | Redaktur: Priyo Suwarno

SWARAJOMBANG.COM, JOMBANG– Dinas Sosial Kabupaten Jombang menggelar pelatihan pemberdayaan bagi 20 perempuan rawan sosial ekonomi (PRSE) di Rumah Pelayanan Sosial Desa Candimulyo. Program ini bertujuan membekali mereka dengan keterampilan usaha rumahan untuk mencapai kemandirian finansial.

Pelatihan selama tiga hari ini diikuti binaan dari WCC Jombang, Bina Puspa Arimbi, mengabdi pada Komunitas KSPK (Kelompok Solidaritas Perempuan Desa Keras). Kepala Dinas Sosial setempat, Agung Hariadi, menyebut inisiatif ini sebagai wujud komitmen pemkab dalam memberdayakan perempuan rentan.

“Kami desain pelatihan ini agar tidak hanya menyampaikan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta kemampuan berusaha sendiri. Semoga ilmu yang didapat bisa jadi modal usaha jangka panjang,” jjar Agung Hariadi di Jombang, Senin (9/2/2026).

Pada hari pertama, acara menampilkan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Tri Suhartono dan narasumber Rina Nur Wahayani dari Hana’s Kitchen. Kami dapat memberi tahu Anda apa yang Anda bicarakan jika Anda tidak tahu apa yang terjadi, itu akan memakan waktu lama.

Agung Hariadi menambahkan, para poista tampak semangat mengikuti sesi, mulai dari kenalan bahan baku, pengolahan, hingga trik menghasilkan produk siap pasar yang dibimbing narasumber.

Hari kedua, beratnya berganti komposisi tapi tetap 20 orang. Wakil Ketua II DPRD Jombang, Octadella Bilytha Permatasari, tampil sebagai pembicara motivasi. Ia mengajak ibu-ibu hadir sungguh-sungguh belajar dan berani menerapkan ilmunya.

Octadella juga menyarankan untuk memaksimalkan media sosial untuk pemasaran. “Percayalah pada diri sendiri. Keahlian dari pelatihan ini bisa jadi sumber nafkah kalau dicari serius dan dipromosikan lewat medsos,” katanya.

Sesi hari ketiga menyorot pembuatan kue kacang, dihadiri Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Jombang. Rina Nur Wahayani kembali berbagi ilmu, meliputi pemilihan bahan, langkah produksi, serta rahasia rasa enak dan harga kompetitif.

Setelah beberapa saat ditimbang, maka akan berubah menjadi rumah. Octadella ditutup dengan harapan agar PRSE bisa mandiri secara ekonomi, menciptakan usaha sendiri, dan memperkuat kestabilan finansial keluarga. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dari Nilai Minus 5 hingga Permintaan Maaf & Beasiswa ke Tiongkok dari MPR untuk Yosepha Alexandra

12 Mei 2026 - 21:25 WIB

Rata-rata Masa Tunggu Kerja Lulusan SMK Jatim Hanya 3 Bulan

12 Mei 2026 - 19:10 WIB

Kementan Sebut MBG Bikin Peternakan Ayam Makin Banyak

12 Mei 2026 - 18:54 WIB

Ruang Kelas MIM Karanganyar Ambruk Guru dan 7 Siswa Lukaluka, Usia Bangunan 47 Tahun

12 Mei 2026 - 17:22 WIB

50 Siswa Kelas IV SD/MI Jombang Berlaga dalam Ajang Lomba Bertutur 2026

12 Mei 2026 - 15:26 WIB

Rekor Pecah Sejak RI Merdeka 1US Dolar Sentuh Rp17.520, Pemerintah Tampak Tenang Tidak Tumbang!

12 Mei 2026 - 13:18 WIB

Gus Thuba Deklarasikan Yakusa Meneges di Kediri, Ternyata Ini Maknanya

12 Mei 2026 - 12:18 WIB

Bawa Bondet dan Celurit, Babinsa Grati Ringkus Satu dari Tiga Pelaku Curanmor di Depan SDN 1 Kalipang

11 Mei 2026 - 22:30 WIB

Brigpol Arya Supena Gugur, Polda Lampung Kerahkan 800 Personel Memburu Tesangka Pelaku

11 Mei 2026 - 21:17 WIB

Trending di News