Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Aprisindo: RI Produsen Alas Kaki Terbesar Ketiga Dunia, Ekspor Tembus 601 Juta Pasang

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Anton J. Supit menyatakan, Indonesia kini menempati posisi sebagai negara eksportir alas kaki terbesar ketiga di dunia.

Hal tersebut tercermin dari volume ekspor yang mencapai sekitar 601 juta pasang, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok industri alas kaki global.

“Indonesia sebagai negara eksportir alas kaki terbesar ketiga di dunia, dengan volume ekspor mencapai sekitar 601 juta pasang,” ujar Anton dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).

Anton menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir industri alas kaki nasional menunjukkan kinerja ekspor yang kuat dan konsisten.

Berdasarkan data Aprisindo, nilai ekspor alas kaki Indonesia pada 2025 mencapai sekitar US$ 7,98 miliar, naik 9,54% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, sepanjang periode 2020–2025, ekspor alas kaki Indonesia meningkat lebih dari 65%. Capaian ini mencerminkan daya saing industri nasional yang semakin kuat di pasar global.

Dari sisi pasar, Amerika Serikat (AS) masih menjadi tujuan utama dengan porsi sekitar 30% dari total ekspor, atau senilai US$ 2,8 miliar pada 2025.

Sementara itu, kawasan Uni Eropa menjadi pasar terbesar kedua dengan nilai ekspor sekitar US$ 1,76 miliar.

Adapun ekspor ke China tercatat sekitar US$ 504 juta, diikuti oleh lebih dari 132 negara lainnya.

Meski demikian, Anton mengakui bahwa perdagangan global saat ini tengah menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik, termasuk perubahan kebijakan tarif yang berdampak pada struktur rantai pasok industri alas kaki dunia.

Namun kondisi tersebut justru membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai basis produksi utama bagi berbagai merek global.

Di sisi lain, peluang ekspansi pasar juga semakin terbuka melalui perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement, yang diharapkan dapat memperluas akses produk alas kaki Indonesia ke pasar Eropa melalui penurunan hingga penghapusan tarif.

Sebagai bagian dari penguatan industri, Indonesia akan menggelar Indonesia Footwear Summit 2026 pada 13–15 April 2026 di DoubleTree by Hilton Kemayoran.

Acara ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dan daya saing industri alas kaki nasional di kancah global. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

31 Agustus 2026 - 19:05 WIB

IDI Usul ke Menkes Standar Gaji Dokter hingga Rp110 Juta

31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Tetapkan Tanggal Berlaku

31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Cuaca Panas di Sidoarjo Belum Reda, Musim Hujan Datang Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Rayakan Anniversary, PT Surya Sarana Sentosa Berbagi ke Anak Yatim dan Dukung Program Prabowo

29 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Modal Pengalaman 3 Tahun di Ditlantas Polda Jatim, AKP Septia Resmi Jabat Kasatlantas Kediri Kota

28 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Honda Surabaya Center Incar 120 SPK di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Pasar Mi Instan Indonesia Susut 14,54 Miliar Porsi

27 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Trending di Nasional