Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Jangan Panik! Beras Anda Aman dari Kutu dengan Trik Sederhana

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kutu beras sering dikeluhkan ibu rumah tangga. Selain bisa merusak kualitas beras, kutu beras menyebabkan sebagian orang jijik konsumsi bahan makanan yang sudah dijamah serangga kecil tersebut,

Namun jangan khawatir, ada banyak cara mencegah kehadiran kutu beras di wadah penyimpanan. Berikut cara mengatasi munculnya kutu beras menurut ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.

Salah satu cara yang banyak dilakukan adalah memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di rumah. Meski demikian, efektivitasnya tetap perlu dibarengi dengan cara penyimpanan beras yang benar agar kutu tidak kembali berkembang biak.

Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Gadjah Mada (UGM), Hari Purwanto, mengatakan bahwa daun sirih menjadi salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk membantu mengusir kutu beras.

“Bahan alami misalnya daun sirih, bisa diletakkan di atas beras,” ujar Hari saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/7/2026).

Selain daun sirih, terdapat beberapa bahan alami lain yang dipercaya dapat membantu mencegah munculnya kutu beras.

1. Daun sirih

Daun sirih cukup diletakkan di atas permukaan beras di dalam wadah penyimpanan. Aroma khasnya dipercaya membantu mengurangi keberadaan kutu beras.

2. Cabai kering

Cabai kering dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membantu mengusir kutu beras. Letakkan satu hingga tiga buah cabai kering di dalam wadah penyimpanan, kemudian tutup rapat agar aromanya tetap bertahan.

3. Daun jeruk purut

Daun jeruk purut yang telah diremas atau ditumbuk dapat dicampurkan ke dalam beras. Selain dipercaya membantu mengurangi kutu, daun ini juga memberikan aroma segar sehingga beras maupun nasi menjadi lebih harum.

4. Daun asam jawa

Daun asam jawa yang sudah dibersihkan atau dikeringkan dapat dimasukkan ke dalam wadah beras. Bahan alami ini dipercaya membantu mencegah kutu sekaligus mengurangi risiko munculnya bau apek.

Tonton: Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus Usai Febrie Adriansyah Mundur

5. Lada kering

Lada kering tidak hanya berfungsi sebagai bumbu dapur, tetapi juga dipercaya mampu membantu mengusir kutu beras. Aroma khas lada diduga membuat kutu enggan berkembang biak di dalam tempat penyimpanan.

6. Daun belimbing wuluh

Daun belimbing wuluh yang telah dikeringkan juga dapat diletakkan di dalam wadah beras. Penggunaannya dipercaya membantu menjaga kualitas beras agar tidak mudah diserang kutu.

7. Daun pandan

Daun pandan menjadi salah satu bahan alami yang paling sering digunakan saat menyimpan beras. Selain memberikan aroma harum, daun pandan juga dipercaya membantu mengurangi keberadaan kutu selama masa penyimpanan.

Cara Menyimpan Beras
Hari Purwanto menegaskan bahwa penggunaan bahan alami saja tidak cukup apabila cara penyimpanan beras masih kurang tepat.

Ia menyarankan agar beras disimpan di dalam wadah yang kedap udara atau kedap air, kemudian diletakkan di tempat yang kering dan tidak lembap. Lingkungan penyimpanan yang baik akan menghambat perkembangan kutu beras.

“Kalau urusan beras di dapur relatif mudah. Taruh beras di wadah yang kedap air, letakkan di tempat yang kering, tidak lembab,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga disarankan membersihkan wadah penyimpanan sebelum mengisi beras yang baru. Langkah ini penting untuk menghilangkan sisa beras maupun telur atau hama yang mungkin masih tertinggal di dalam wadah.

“Sebelum mengisi beras kembali, wadah dibersihkan dulu,” pungkas Hari.

Kesimpulannya, berbagai bahan alami seperti daun sirih, daun pandan, cabai kering, hingga daun jeruk purut dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi keberadaan kutu beras. Namun, cara paling efektif tetap mengombinasikan penggunaan bahan alami dengan penyimpanan beras yang bersih, kering, dan menggunakan wadah kedap udara agar kualitas beras tetap terjaga lebih lama.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

“Demam Ube” Menggila: Filipina Stop Eksport, Peluang Emas Ubi Ungu Indonesia Mendunia

20 September 2026 - 18:28 WIB

Penyeberangan Pelabuhan Jangkar-Celukan Bawang Dioptimalkan

18 September 2026 - 20:39 WIB

Dirjen Pajak Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif PPN

18 September 2026 - 20:07 WIB

DJP Mulai Terapkan Pajak Marketplace per 1 November 2026

17 September 2026 - 16:25 WIB

Layanan Harhubnas 2026 Layanan Trans Jatim Gratis

17 September 2026 - 16:09 WIB

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Diminta Perkuat Pasokan Beras Premium

16 September 2026 - 19:24 WIB

Tuntut UMP Naik 9,5%, Buruh Siapkan Aksi Besar Oktober

16 September 2026 - 19:12 WIB

Trending di Nasional