Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Aksi Heroik 3 Nelayan Selamatkan Korban KMP Tunu di Tengah Laut, 29 Belum Ketemu

badge-check


					Tiga nelayan penyelamat di laut Perbesar

Tiga nelayan penyelamat di laut

Penulis: Eko Winarto | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, GILIMANUK-Tragedi tenggelamnya kapal motor penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali menyisakan banyak kisah mengharukan. Salah satunya datang dari para nelayan asal Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, yang ternyata menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan para korban di tengah laut.

Tiga nelayan setempat, yakni Santoso, Lukman, dan Saifuloh, menceritakan detik-detik dramatis saat mereka menemukan korban yang terombang-ambing di laut dalam kondisi cuaca ekstrem.

“Kami sedang mencari ikan seperti biasa, tiba-tiba terdengar suara minta tolong. Saya langsung mencari arah suara itu. Tiga orang berhasil saya selamatkan, tapi satu korban sudah meninggal dunia. Karena ombak besar dan perahu tidak stabil, saya terpaksa melepaskan jenazahnya,” ujar Santoso saat ditemui di kediamannya, Sabtu (5/7/2025).

Sementara Saiful, yang berada di perahu terpisah, menemukan satu perahu karet (rubber boat) berisi 12 orang penumpang. Meski dihantam gelombang tinggi, ia memberanikan diri untuk tetap menarik perahu tersebut menuju Pantai Pebuahan.

“Kami tidak sempat banyak berpikir karena yang penting selamatkan mereka dahulu, walau ombak waktu itu besar sekali,” ujar Saiful.

Rubber boat yang ditemukan kini telah diamankan dan akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai barang bukti dalam penyelidikan lebih lanjut.

Ketiga nelayan ini akhirnya berhasil menyelamatkan para korban selamat ke daratan. Aksi heroik mereka tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberikan harapan di tengah kepanikan para korban.

Data di lapangan menunjukkan seluruh korban yang berhasil dievakuasi ke Pantai Pebuahan ditemukan oleh para nelayan Banjar Pebuahan. Peran para nelayan menjadi bagian penting dalam proses penyelamatan pada hari-hari awal pencarian.

“Kami ini cuma nelayan biasa, tetapi kalau ada orang di laut minta tolong, kami tak mungkin tinggal diam,” tutup Santoso.

Sementara itu, Kelian Banjar Pebuahan, Kanzan, sempat mencatat 17 korban selamat dan menyerahkan data tersebut kepada anggota Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud).

Ia berharap para nelayan yang terlibat dalam evakuasi, termasuk delapan nelayan yang mengevakuasi 17 korban selamat dan empat korban meninggal dunia mendapat apresiasi tinggi dari pihak terkait.

29 Orang Belum Ketemu

Pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali memasuki hari ketiga. Ada 29 korban yang masih dinyatakan hilang.

Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno menyebut hingga saat ini, dari 65 orang korban yang terdata di manifest, 36 orang sudah ditemukan. Sebanyak 30 orang dinyatakan selamat dan 6 orang meninggal.

Jumlah korban selamat dalam peristiwa itu mengalami perubahan berdasarkan pembaruan data dari Basarnas. Sebelumnya tercatat 29 orang selamat, kini bertambah menjadi 30 orang.

Perubahan data itu setelah dilakukan klarifikasi ulang petugas di lapangan terhadap daftar nama korban yang ditemukan. Ada dua korban bernama M Tri Wahyudi dan Wahyudi yang diasumsikan oleh petugas di lapangan sebagai orang yang sama.

“Ternyata itu dua orang berbeda,” kata Eko.

M Tri Wahyudi adalah penumpang asal Banyuwangi. Sedangkan Wahyudi alias Sinyo adalah penumpang yang berasal dari Gilimanuk, Bali.

“Namun petugas kemudian melakukan konfirmasi ulang dengan mendatangi rumahnya dan valid, Tri Wahyudi dan Wahyudi adalah dua orang berbeda,” terangnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Driver Ojol Teriak Pendapatan Tak Naik karena Potongan Aplikator Masih 20%

9 Juli 2026 - 18:45 WIB

Pembongkaran Tembok Mutiara City Berujung Gugatan, Pemkab Paparkan Empat Fakta di PTUN

9 Juli 2026 - 18:22 WIB

Perlawanan/ Eksepsi atas Dugaan Penipuan Rp5 Miliar, Tuding Dakwaan Jaksa Kabur dan Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

6 Juli 2026 - 22:43 WIB

Pemprov Jatim Resmi Usulkan 2.100 Formasi CPNS-PPPK Tahun Ini

6 Juli 2026 - 19:00 WIB

Penyebab Harga Ayam dan Telur di Peternak Loyo

6 Juli 2026 - 18:49 WIB

Ojol Minta Potongan Komisi 8% Diperluas ke Layanan Delivery

3 Juli 2026 - 18:44 WIB

Kadin Jatim: Perlu Pembahasan Komprehensif RPMK Tembakau

2 Juli 2026 - 19:55 WIB

Ditemukan Gudang Narkotika di Gresik Sindikat Internasional

2 Juli 2026 - 19:10 WIB

BPOM Temukan 12 Obat Bahan Alam Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat

1 Juli 2026 - 20:04 WIB

Trending di Nasional