Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

23 Siswa SDN 7 Rumbia Jeneponto Dilarikan ke Rumah Sakit Diduga Keracunan Menu MBG

badge-check


					Sebanyak 23 siswa SDN7 Rubia, Jeneponto diangkut ke piskesmas, Kamis 23 April 2026, diduga keracunan menu MBG. Foto: instagram@bekasi_kekinian
Perbesar

Sebanyak 23 siswa SDN7 Rubia, Jeneponto diangkut ke piskesmas, Kamis 23 April 2026, diduga keracunan menu MBG. Foto: instagram@bekasi_kekinian

Penulis: Mulawarman  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JENEPONTO — Suasana belajar di SDN 7 Kambutta Toa, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, mendadak berubah panik, setelah puluhan siswa diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (23/4/2026).

Sedikitnya 23 siswa dilaporkan mengalami gejala seperti lemas, gatal-gatal, sakit perut, dan pembengkakan, sementara 3 siswa lainnya harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya lebih serius.

Peristiwa itu disebut mulai terasa sekitar satu jam setelah para siswa menyantap makanan sekitar pukul 12.30 WITA.

Menu yang diduga menjadi sumber masalah ialah lauk ikan, dan dugaan awal mengarah pada makanan yang sudah tidak layak konsumsi.

Suasana di sekolah

Kepala SDN 7 Kambutta Toa, Siti Muliati, mengatakan gejala muncul tak lama setelah anak-anak makan bersama di sekolah.

“Makanan MBG dikonsumsi sekitar pukul 12.30 WITA, dan satu jam kemudian gejala mulai muncul, termasuk sakit perut, lemas, dan bisul di beberapa bagian tubuh, terutama sekitar mulut,” ujarnya.

Ia menuturkan, sebagian besar siswa yang terdampak adalah murid kelas 6. Para siswa yang mengeluh lemas dan gatal-gatal segera dievakuasi ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Keluhan keluarga

Di luar ruang perawatan, keluarga korban menyebut anak-anak mereka mendadak mengalami gejala setelah menyantap menu MBG.

Seorang keluarga siswa menilai penyajian menu itu harus dievaluasi ketat agar kejadian serupa tidak terulang.

“Gara-gara MBG ini anak-anak alergi, gatal-gatal, bengkak semua mukanya. Makan ikan tadi,” kata salah satu keluarga dalam rekaman yang beredar.

Keluarga lain juga meminta pihak penyedia makanan lebih teliti dalam menyiapkan hidangan untuk siswa.

Mereka menekankan keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam program makan gratis di sekolah

Respons dinas pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Alamsyah, menyayangkan lemahnya koordinasi dalam pelaksanaan program tersebut.

Dalam laporan yang beredar, ia menyoroti perlunya jalur komunikasi yang lebih baik antara pengelola dapur MBG dan instansi pendidikan agar pengawasan bisa dilakukan sejak awal.

Sementara itu, dalam pemberitaan lain disebutkan Dinas Pendidikan berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius terhadap sistem distribusi dan kontrol mutu makanan di sekolah.

Koordinator SPPG Kabupaten Jeneponto, Nur Iksan, mengatakan dapur MBG langsung ditutup sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Ia juga menyebut barang bukti telah diamankan untuk kepentingan investigasi lanjutan.

Polisi bersama unsur terkait kini menelusuri kemungkinan penyebab dari menu ikan yang disajikan pada hari kejadian.

Hingga saat ini, penyelidikan diarahkan pada proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan sebelum sampai ke tangan siswa.

Kasus ini bermula di SDN 7 Kambutta Toa, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, lalu para korban dibawa ke Puskesmas Tompobulu dan Puskesmas Rumbia untuk observasi dan perawatan.

Dari laporan yang masuk, jumlah korban yang terdampak berada di kisaran 21 hingga 23 siswa, dengan 3 siswa dirujuk ke rumah sakit.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Efek Sidak Ombudsman, Inspektur Imipas Nonaktifkan Lima Pejabat LP Cibinong

26 September 2026 - 18:12 WIB

Terbakar Hebat, Dua Ruangan SMPN 2 Perak Ludes Dilalap Api

26 September 2026 - 15:12 WIB

Suhu Naik 1,2 Derajat Celcius Akibat Super El Nino, 451 Ribu Nyawa Melayang

25 September 2026 - 21:11 WIB

Ada Ruang Menyerupai Kantor Polres, RS O Smach untuk Ambil Paksa Organ Manusia

25 September 2026 - 18:55 WIB

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Trending di News