Menu

Mode Gelap

Headline

Warga Gerebek Pelajar SMP Mesum di Kuburan Malam Hari di Kabuh, Libatkan Anak Kepala Desa

badge-check


					Ilustrasi, pemakaman umum di wilayah Kabuh, Jombang. Foto: metromedcom Perbesar

Ilustrasi, pemakaman umum di wilayah Kabuh, Jombang. Foto: metromedcom

Tulisan: Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG-  Sepasang remaja berinisial Raja dan Ratu (bukan nama sebenarnya) masih di bawah umur,  digerebek warga saat diduga melakukan perbuatan tidak senonoh di area pemakaman umum di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Peristiwa ini menjadi sorotan lantaran Ratu diketahui merupakan anak kepala desa (kades) setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggerebekan terjadi pada Sabtu (17/1/2026) malam, sesaat setelah waktu Isya.

Warga mencurigai adanya aktivitas mencolok di area makam, sebelum akhirnya melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Saat didatangi, warga mendapati pasangan remaja tersebut tengah melakukan perbuatan layaknya suami istri di area pemakaman.

“Penggerebekannya Sabtu malam lalu, setelah Isya,” ujar N, salah satu sumber di Kecamatan Kabuh, Selasa (20/1/2026).

Usai tertangkap basah, keduanya langsung dibawa warga ke rumah kepala desa. Di lokasi tersebut, identitas keduanya baru diketahui.

“Setelah dibawa ke rumah kades, warga baru tahu bahwa yang perempuan itu anak Pak Kades, sedangkan laki-lakinya pacarnya,” jelas N.

Diketahui, Raja dan Ratu masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Raja berusia 14 tahun dan duduk di kelas 1 SMP, sementara Ratu berusia 13 tahun dan masih kelas 2 SMP. “Mereka masih SMP, usia 13 dan 14 tahun,” imbuhnya.

Saat berada di rumah kepala desa, Raja sempat mengalami tindakan kekerasan dari pihak keluarga Ratu yang terpancing emosi atas kejadian tersebut.

Dalam pengakuannya kepada warga, Raja menyebut bahwa perbuatan tersebut bukan pertama kali dilakukan. Keduanya mengaku telah beberapa kali melakukan perbuatan serupa di lokasi yang sama.

Malam itu juga, Raja sempat diantar ke rumah orang tuanya sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Jombang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, saat dimintaik konfirmasi, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut.

Ia memastikan bahwa pihak keluarga korban perempuan telah melaporkan kasus ini secara resmi.

“Benar, pihak perempuan sudah melapor terkait dugaan persetubuhan terhadap anak,” kata AKP Dimas, Selasa (20/1/2026).

Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi.

“Proses hukum masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Jombang Ringkus 17 Residivis Curanmor, Sita 34 Barang Bukti Motor

26 Januari 2026 - 20:04 WIB

Kasus Hukum Hogi Minaya, Kajari Sleman Tempuh Jalur Restorativie Justice Sepakat Damai

26 Januari 2026 - 19:45 WIB

Tolak Polri di Bawah Kementrian, Jenderal Listyo Sigit: Lebih Baik Saya Jadi Petani Saja!

26 Januari 2026 - 18:52 WIB

Kabur Lompat Pagar 4 M, Tim Rutan Nganjuk Tangkap Kembali Napi Hairul Sembunyi di Tumpukan Jerami

26 Januari 2026 - 18:18 WIB

YLKI Soroti Risiko Skema Cicilan Tadpole

26 Januari 2026 - 17:46 WIB

Polisi Meringkus ASN Pemkab Gresik Pelaku Pelempar Bus Trans Jatim, karena Emosi Hampir Terserempet

26 Januari 2026 - 17:40 WIB

Buruh Akan Geruduk YouTube Indonesia dan Komdigi

26 Januari 2026 - 17:32 WIB

Immanuel Ebenezer: Pak Purbaya Akan Di-Noel-kan, Hati-Hati

26 Januari 2026 - 16:15 WIB

23 Prajurit TNI Tertimbun Longsor Saat Latihan di Cisarua, 4 Gugur

26 Januari 2026 - 15:42 WIB

Trending di Nasional