Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Prabowo Koreksi Kepala BNPB: Jangan ‘Uang Lelah’ Ganti dengan ‘Uang Semangat’

badge-check


					Presiden Prabowo kembali melakukan kunjungan ke Aceh, dan rapat bersama menerti, dan kepala BNPB, untuk mempercepat pemuluhan akibat bencana, Kamis 1 Januari 2026. Foto: prisidenrepublikindonesia Perbesar

Presiden Prabowo kembali melakukan kunjungan ke Aceh, dan rapat bersama menerti, dan kepala BNPB, untuk mempercepat pemuluhan akibat bencana, Kamis 1 Januari 2026. Foto: prisidenrepublikindonesia

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, ACEH– Presiden Prabowo Subianto mengoreksi pernyataan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang menyebut adanya “uang lelah” bagi prajurit TNI yang bertugas menangani bencana di Sumatera dan Aceh. Menurut Prabowo, prajurit TNI tidak pantas disebut lelah.

Acara koreksi Prabowo terhadap Kepala BNPB Suharyanto terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026, di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Pernyataan itu terjadi saat rapat penanganan bencana ketika Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan ada uang makan dan “uang lelah” Rp165.000 per prajurit TNI yang bertugas di lapangan.

Prabowo langsung memotong dan menegaskan bahwa untuk tentara istilah yang tepat bukan “uang lelah” karena prajurit TNI dianggap tidak boleh lelah dalam menjalankan tugasnya.

Prabowo menolak istilah “uang lelah” dan menyebut lebih tepat disebut uang semangat, sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi dan pengabdian prajurit.

Ia menekankan bahwa dalam doktrin dan etos TNI, prajurit tidak mengenal lelah ketika mengemban tugas, apalagi dalam operasi kemanusiaan seperti penanganan bencana.

Konteks pernyataan

  • Momen ini terjadi dalam kunjungan kerja Prabowo ke Aceh Tamiang/Sumatera untuk meninjau penanganan bencana dan hunian bagi warga terdampak, di mana BNPB melaporkan dukungan anggaran termasuk untuk pasukan TNI.

  • Suharyanto menjelaskan tiap prajurit mendapat uang makan dan uang lelah, yang kemudian langsung diluruskan oleh Prabowo di hadapan peserta rapat sehingga menimbulkan sorotan publik atas pilihan istilah tersebut.

  • Koreksi itu menunjukkan upaya Prabowo membangun citra TNI sebagai prajurit yang selalu siap dan bersemangat, bukan sekadar “dibayar” karena kelelahan.

  • Pergeseran istilah ke “uang semangat” juga memberi pesan bahwa negara mengapresiasi kerja TNI dalam bencana, tanpa mengurangi narasi bahwa tugas tersebut adalah bentuk pengabdian, bukan pekerjaan biasa berbasis hitungan lelah.

BNPB merespons koreksi Presiden Prabowo dengan menerima dan menyetujui pengubahan  istilah “uang lelah” menjadi “uang semangat” bagi prajurit TNI yang bertugas menangani bencana.
Respons ini disampaikan langsung oleh Kepala BNPB Suharyanto saat rapat dan melalui pernyataan resmi BNPB pasca-koreksi.
  • Saat Prabowo mengoreksi, Suharyanto segera menjawab “Siap, tidak mengenal lelah, siap” dan “Uang saku, Bapak, siap”, menunjukkan penerimaan penuh tanpa penolakan.

  • Ia melanjutkan pemaparannya setelah koreksi, menegaskan tidak ada masalah keuangan untuk dukungan operasional TNI.

  • BNPB secara resmi berencana mengubah nomenklatur “uang lelah” menjadi “uang semangat” di dokumen dan laporan mereka, sesuai arahan Prabowo untuk menghormati etos TNI.

  • Penjelasan awal Suharyanto menyebutkan uang tersebut sesuai Peraturan Menteri Keuangan untuk kondisi darurat (Rp165.000 per prajurit), tapi kini disesuaikan dengan istilah baru.

  • Respons ini memperkuat narasi pengabdian TNI tanpa lelah dalam penanganan bencana Sumatera, sejalan dengan doktrin militer yang ditegaskan Prabowo.

  • Tidak ada indikasi konflik; BNPB justru menunjukkan koordinasi cepat dengan presiden dalam rapat di Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026.

Rapat tersebut merupakan rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto, melibatkan 10 menteri, anggota kabinet, 15 direktur utama BUMN, Gubernur Aceh, Wakil Gubernur, Bupati Tamiang, dan pejabat K/L terkait.

Tujuannya membahas percepatan penanganan dampak bencana besar di Aceh Tamiang dan wilayah sekitar, termasuk koordinasi BNPB, TNI, dan pemerintah daerah untuk menghindari tumpang tindih bantuan.

Lokasi dan Agenda

  • Dilaksanakan di tenda rapat terbatas seusai Prabowo meninjau 600 unit hunian sementara Danantara dari target 15.000 rumah untuk korban bencana.

  • Fokus pada evaluasi kerusakan sungai (seperti Sungai Tamiang), pendalaman alur dari laut, pengerahan alat berat, dan anggaran besar pemerintah pusat.

Acara ini bagian dari serangkaian kunjungan Prabowo ke daerah terdampak bencana Sumatera, termasuk Aceh Tamiang yang mengalami dampak signifikan seperti pendangkalan sungai dan kerusakan luas, dengan penekanan pada terobosan teknis TNI.

Terkait
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

CNG Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Mulai Diproduksi Juli

25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Pemerintah Sepakat Tetapkan Maksimal 40 Tahun Tenor KPR untuk MBR

25 Juni 2026 - 19:45 WIB

Trending di Nasional