Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Kisah Dewi Astuti dari Ponorogo Jadi TKW Hingga Masuk Jaringan Mafia Narkoba Golden Triangle

badge-check


					Perempuan warga desa Balong, Ponorogo ini sekarang beken di Indonesia. Ia berstatus buron sejak Mei 2025 sila, akiat menyelelundupkan narkoba sebanyak 2 ton melalui Riau. Sejak senin 3 Desember 2025, meingkus Dwei Astuti di kawasan Sihanouklville, Kamboja. Foto: Dok.net Perbesar

Perempuan warga desa Balong, Ponorogo ini sekarang beken di Indonesia. Ia berstatus buron sejak Mei 2025 sila, akiat menyelelundupkan narkoba sebanyak 2 ton melalui Riau. Sejak senin 3 Desember 2025, meingkus Dwei Astuti di kawasan Sihanouklville, Kamboja. Foto: Dok.net

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Dewi Astuti atau Dewi Astutik alias PA (43 tahun), lahir di Ponorogo, Jawa Timur, tepatnya Dusun Sumber Agung, Desa Balong. Para tetangganya mengenalnya sebagai perempuan biasa yang dulu merantau sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk mencari rezeki.

Kehidupannya berubah drastis ketika terjerat jaringan narkoba internasional. Bahjkan dia dituduh menjadi otak penyelundupan sabu seberat 2 ton senilai Rp5 triliun, hingga akhirnya ditangkap di Sihanoukville, Kamboja, Senin 1 Desember 2025.

Dewi tumbuh di lingkungan sederhana di Ponorogo, kabupaten yang dikenal dengan tradisi reog dan perjuangan ekonomi warganya. Seperti banyak perempuan desa, ia memilih jalur TKI untuk mengatasi kemiskinan.

Dewi Astutik (alias PA atau Mami, 43 tahun), warga asal Ponorogo Jawa Timur, memulai karier sebagai tenaga kerja wanita (TKW) dengan bekerja puluhan tahun di Taiwan, kemudian pindah ke Hong Kong, sebelum akhirnya ke Kamboja pada 2023.

Ia berasal dari Slahung, Ponorogo, dan menetap sementara di Dusun Sumber Agung, Desa Balong, setelah menikah dengan warga lokal sekitar 2009. Warga setempat mengenalnya sebagai pekerja migran yang sering berganti negara, dengan tetangga seperti Mbah Misiyem mengingat pamitan Dewi pasca-Lebaran 2023 untuk bekerja di Kamboja karena “di rumah tidak ada pekerjaan.

Ia tercatat menggunakan identitas KTP adiknya untuk dokumen kependudukan di RT 01 RW 01 Dusun Sumber Agung. Tidak ada rincian tanggal pasti keberangkatannya dari Ponorogo ke Taiwan, tetapi diketahui ia mulai bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW sejak 2011.

Ia bekerja di Taiwan dan Hong Kong sebagai pembantu rumah tangga, kemudian pindah ke Kamboja sebagai basis operasinya. Bagi warga Dusun Sumber Agung, Dewi hanyalah mantan TKW biasa yang jarang pulang, hingga namanya mencuat nasional.

Perjalanan kelam Dewi dimulai sekitar 2024, ketika ia bergabung dengan sindikat Golden Triangle dan Golden Crescent, serta jaringan Asia-Afrika.

Ia merekrut ratusan kurir narkoba, mayoritas WNI, untuk mengedarkan sabu, heroin, kokain, dan ketamin ke Asia Tenggara serta Timur.

Nama Dewi muncul pertama kali dari penggerebekan 2,76 kg heroin di Bandara Soekarno-Hatta pada September 2024, di mana kurir menyebutnya sebagai pemasok dari Kamboja.

Puncaknya, BNN mengamankan 2 ton sabu dari kapal MT Sea Dragon Tarawa di perairan Riau pada Mei 2025, dengan tiket awak kapal dipesan pihak terkait Dewi.

Sejak Mei 2025, Dewi masuk daftar buronan BNN, Interpol Red Notice, bahkan DPO Korea Selatan. Ia melarikan diri ke Kamboja, pusat operasi sindikat.

Pelarian berakhir Senin, 1 Desember 2025, pukul 13.39 waktu setempat, saat BNN—bekerja sama dengan Polisi Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, dan BAIS TNI—menangkapnya di sekitar lobi hotel Sihanoukville.

Dewi kini dibawa ke Phnom Penh untuk verifikasi, sebelum diekstradisi ke Indonesia guna pengungkapan jaringan lengkap.

Kisah Dewi Astuti mencerminkan bahaya migrasi ilegal dan godaan cepat kaya, meninggalkan kejutan bagi Ponorogo. Kasus ini perkuat komitmen BNN membongkar sindikat global.

Kasus penyelundupan 2 ton sabu (2.115.130 gram) terjadi di perairan Kepulauan Riau pada 22 Mei 2025, digagalkan tim gabungan BNN RI, Polda Kepri, Bea Cukai, dan TNI AL dari kapal MT Sea Dragon Tarawa.

Barang bukti disimpan dalam 67 kardus di tangki bahan bakar, ditujukan untuk Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Pengungkapan berawal dari intelijen selama 5 bulan, menyelamatkan potensi korban hingga 8 juta jiwa.​

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika untuk pengimpor/produksi sabu golongan I lebih dari 1 kg, serta Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) untuk kepemilikan. Ancaman hukuman maksimal adalah pidana mati atau seumur hidup. Enam tersangka—4 WNI (HS, LC, FR, RH) dan 2 WNA Thailand (WP, TL)—telah dilimpahkan ke Kejari Batam.​​**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

Trending di Nasional