Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Kebakaran Apartemen Terbesar di Hongkong: 94 Orang Tewas Dua WNI

badge-check


					Sedikitnya dua orang TKI/TKW (Pekerja Migran Indonesia/PMI) yang menjadi korban kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada 26 November 2025.​ Kebakaran ini merupakan terbesar dalam sejarah Hongkong, sejak 1962. Foto: cnbcIndonesia Perbesar

Sedikitnya dua orang TKI/TKW (Pekerja Migran Indonesia/PMI) yang menjadi korban kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada 26 November 2025.​ Kebakaran ini merupakan terbesar dalam sejarah Hongkong, sejak 1962. Foto: cnbcIndonesia

Penulis: Jacobus E. Lato    | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, HONGKONG- Kebakaran dahsyat melanda kompleks apartemen (Wang Fuk Court]) di distrik Tai Po pada 26 November 2025 pukul 14:51, menjadi bencana mematikan terburuk sejak 1962 dengan 94 korban tewas, ratusan hilang, dan ribuan mengungsi.

Dua dari 94 korban tewas menuru Kementerian P2MI, nama resmi dua PMI yang meninggal dunia adalah Novita dan Erawati, sementara dua lainnya yang luka sedang dirawat. KJRI masih terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk memastikan data korban dengan akurat.

Api berawal dari renovasi di (Wang Cheong House)  —gedung 32 lantai bagian dari 8 tower berkapasitas 4.600 jiwa— menyebar liar via perancah bambu dan busa / polistirena yang mudah terbakar, membakar 7 tower selama 20 jam.

Presiden China [Xi Jinping] menyampaikan belasungkawa mendalam atas kebakaran dahsyat di (Wang Fuk Cour, Tai Po, Hong Kong, pada 26 November 2025, yang menewaskan sedikitnya 94 orang.​

Xi memerintahkan “upaya maksimal” dari [Kantor Penghubung Pusat China di Hong Kong] dan [Komite Sentral Partai Komunis China] untuk mendukung pemadaman api, pencarian-penyelamatan, perawatan korban luka, serta penghiburan keluarga korban.

Ia juga menginstruksikan otoritas terkait di daratan China dan Makau untuk siaga bantuan jika diperlukan.​

Beijing mengalokasikan dana darurat 2 juta Yuan ( setara Rp4,7 miliar) ke [Palang Merah Hong Kong] untuk penyelamatan, bantuan kemanusiaan, dan dukungan pascabencana.

Xi menyampaikan simpati langsung melalui Kepala Kantor Penghubung ke Pemimpin Hong Kong [John Lee].​

Kebakaran Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada 26 November 2025—dengan 94-128 korban tewas— meraih status insiden kebakaran paling mematikan dalam sejarah modern Hong Kong sejak 1962, melampaui Garley Building (41 tewas, 1996).​

Kebakaran Shek Kip Mei 1953 menewaskan sekitar 58 orang di kamp pengungsi, tapi kejadian ini dianggap terburuk di era damai pasca-kolonial. Garley Building di Kowloon (41 tewas, 81 luka) sebelumnya tercatat sebagai yang paling fatal di masa damai, kini tersalip oleh skala Wang Fuk Court yang membakar 7 dari 8 tower.

Kronologi
  • 14:51: Api muncul saat renovasi oleh [Prestige Construction] sejak Juli 2024; alarm kebakaran gagal berbunyi di banyak area​

  • 15:34: Siaga pemadam naik ke level 4; asap hitam pekat menyelimuti, jebak penghuni lantai atas.​

  • 18:22: Eskalasi level 5; 767 petugas dan 140 kendaraan dikerahkan, tapi suhu ekstrem dan asap hambat evakuasi.​

  • Dini hari 27/11: 3 tower padam setelah 10 jam; 4 terkendali pukul 06:00, sisanya malam hari—pencarian korban capai lantai 13-23.​

Dua pekerja migran Indonesia (PMI)  sektor domestik tewas, dua luka stabil (satu keluar RS, satu dirawat dengan pendampingan (KJRI Hong Kong), sementara Sri Wahyuni dan Siti Fatonah asal Ponorogo hilang kontak—[Kemenlu RI] dan Disnaker pantau. Total terdampak minimal 4 WNI; [Xi Jinping] beri belasungkawa, [John Lee] kerahkan penuh sumber daya.

Polisi culik 3 pria dari perusahaan konstruksi atas dugaan kelalaian material dan perancah tak aman—fokus probe: busa polistirena dan renovasi ceroboh. Pemerintah bentuk tim khusus; warga protes fasilitas darurat usang di kompleks tua ini. Update: KJRI data WNI terdampak, evakuasi lanjut. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua APINDO Fathurrohman: Siapkan 1.200 Lapangan Kerja Hadapi Ancaman 1.000 PHK

21 Juni 2026 - 20:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (23): Raja Dikecam, Agama Diinjak

21 Juni 2026 - 18:57 WIB

Aksi Rusuh Konvoi di Tenggilis Mejoyo Surabaya, Polisi Ringkus 4 Tersangka Pelaku Asal Jombang

21 Juni 2026 - 18:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (22): Kaum Papist Memuja Berhala Terkutuk

20 Juni 2026 - 18:40 WIB

Viral Kasus Perampokan Rp76 Juta, Pelaku 22 Kali Tikam Korban Kini Sudah Ditangkap Polisi

20 Juni 2026 - 18:08 WIB

Polisi Lumajang Ringkus Dua dari Empat Pelaku Perampokan Uang dan Emas di Senduro

20 Juni 2026 - 17:21 WIB

DPRD Jombang Serap Aspirasi Aksi Demo Aliansi, GMNI dan dan BEM Undar

20 Juni 2026 - 16:09 WIB

Ditetapkan sebagai Tersangka, Roy Suryo Tenang Dokter Tifa Dirujuk ke RS Polri Kramat Jati

20 Juni 2026 - 08:46 WIB

PLN Akui Tidak Sedang Baik-baik Saja: Ini Wilayah Jawa yang Terkena Pemadaman Listrik

20 Juni 2026 - 07:03 WIB

Kondisi pelayanan listrik di Jawa sedang alami gangguan, ada dua pemasok mitra independen PLN yang keluar dari jaringan.
Trending di News