Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Penguatan Etika dan Budaya Berpolitik bagi Warga Mojokerto

badge-check


					Sarasehan Pemantapan Etika dan Budaya Politik di Mojokerto. Foto. Dok.Humas Perbesar

Sarasehan Pemantapan Etika dan Budaya Politik di Mojokerto. Foto. Dok.Humas

Penulis: Gandung Kardiyono| Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak masyarakat untuk menjaga kondusifitas dan persatuan, utamanya di tengah dinamika politik.

Pesan tersebut disampaikan dalam acara Sarasehan Pemantapan Etika dan Budaya Politik bertema “Penguatan Etika dan Budaya Politik dalam Menjaga Kondusivitas dan Persatuan di Daerah” di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Rabu (12/11/2025) malam.

Acara tersebut menghadirkan narasumber akademisi Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si, serta diikuti para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Wali Kota Mojokerto menegaskan bahwa politik harus dijalankan dengan menjunjung tinggi etika dan semangat persatuan.

“Kita memang punya hak untuk berpolitik, tetapi jangan sampai mengancam kondusifitas dan persatuan yang ada. Hidup damai berdampingan dalam kebhinekaan jauh lebih penting,” pesannya.

Menurutnya perbedaan pandangan politik merupakan hal wajar dalam demokrasi. Namun setelah kontestasi politik usai, seluruh warga harus kembali bersatu membangun Kota Mojokerto.

Ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi perpecahan yang bisa timbul akibat penyebaran informasi yang tidak benar di era digital.

“Informasi melalui teknologi bisa menjadi ancaman jika digunakan untuk menyebarkan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Ning Ita panggilan akrab Walikota Mojokerto itu.

Ditegaskan pula bahwa penguatan etika dan budaya politik merupakan bagian dari cita kedua dalam Panca Cita Kota Mojokerto, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Dengan mengedepankan penguatan etika dan budaya berpolitik yang baik, kita sebenarnya telah berkontribusi mewujudkan cita kedua dalam Panca Cita Kota Mojokerto,” pungkasnya. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Runway Bandara Juanda Direvitalisasi, Airbus A380 Ditarget Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

ITS Pastikan Tak Ada Mahasiswa Gagal Kuliah karena Faktor Ekonomi

17 Juli 2026 - 19:53 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Pegawai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Digaji Rp76.000, Menteri Buka Suara

15 Juli 2026 - 20:11 WIB

Komdigi Temukan Ribuan Rekening Bank & Akun E-Wallet Terindikasi Judi Online, BCA Terbanyak

15 Juli 2026 - 19:47 WIB

Bupati Gresik Pulangkan.Puluhan Anak Pekerja Migran di Malaysia

14 Juli 2026 - 10:52 WIB

Babak Baru Kasus Penipuan PPPK Pemkab Gresik, Staf Dinas PMD Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 09:54 WIB

Jangan Panik! Beras Anda Aman dari Kutu dengan Trik Sederhana

13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina, BP, Shell, dan VIVO

13 Juli 2026 - 20:07 WIB

Trending di Nasional