Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Selat Hormuz Memanas, Kargo Minyak RI dari Arab Ketahan

badge-check


					Selat Hormuz Perbesar

Selat Hormuz

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengungkapkan bahwa eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah mulai berdampak pada rantai pasok energi Indonesia.

Dengan kondisi kawasan Teluk makin memanas dan Selat Hormuz ditutup, ini menyebabkan terganggunya distribusi kargo dari Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyebut, ada kargo dari Arab Saudi yang seharusnya menuju Indonesia menjadi tertahan.

“Ya, jadi memang dengan adanya perang Amerika, Israel melawan Iran, ini memang berdampak kepada pasokan karena terutama melewati Selat Hormuz. Nah pada saat ini, ada kargo yang tertahan dari Arab Saudi menuju ke Indonesia,” ungkap Bambang kepada CNBC Indonesia, Senin (2/3/2026).

“Hari ini, Indonesia itu mengimpor tiga jenis barang dari Arab Saudi. Yang pertama itu crude, yang kedua produk BBM itu adalah bensin atau Pertalite, kemudian yang ketiga adalah LPG,” paparnya.

Bambang pun telah meminta pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM untuk segera melakukan koordinasi lanjutan. Pendekatan secara Business to Business (B2B) antara Pertamina dengan mitra dagang lain di luar Arab Saudi dinilai perlu segera dieksekusi, mengingat pasokan energi global tidak hanya bergantung pada satu sumber negara saja.

“Jadi misalkan kalau dengan Arab Saudinya itu kan dengan Aramco itu ada masalah tentu bisa dicarikan solusi lain, karena pasokan ini kan bukan hanya dari Arab Saudi saja,” tambahnya.

Di samping itu, Bambang mendesak PT Pertamina (Persero) untuk bergerak cepat menganalisis situasi serta mengambil keputusan taktis guna memitigasi risiko kelangkaan pasokan di dalam negeri.

Terkait dampak terhadap harga, ia menyadari bahwa fluktuasi tersebut sulit dihindari karena patokan harga energi Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sangat bergantung pada pergerakan harga pasar dunia yang merespons situasi perang.

“Nah untuk itu kita berharap bahwa Pertamina ini dapat segera menganalisis situasi dan melakukan pengambilan keputusan untuk mengantisipasi dan memitigasi situasi yang ada ini,” tandasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Buka 4.807 Lowongan Kerja di Job Fair Inklusif 2026

29 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Menkomdigi: Jika Internet Dipotong, 80 Persen Konektivitas Singapura Lumpuh

28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Rupiah Rp18.183/US$ Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Kata BI

28 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Catat, Daftar Rute dan Kota Tujuan Mudik Gratis Nataru

27 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Mendadak Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Kunjungi Jakarta

27 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Kemnaker Resmi Buka Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan II 2026

27 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Gresik Bangkitkan Kembali Jaga Ketertiban Dalam Masyarakat Melalui Aslinmas

27 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Trending di Nasional