Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Sebulan 128 Besi Penutup Goronggorong Amblas di Surabaya, Polisi Ringkus Dua Pelaku di Ngagel

badge-check


					Tiga orang pelaku pencuri besi penutup goronggorong di Surabaya marak, diduga akibat harga beli besi tua naik. Foto: ist Perbesar

Tiga orang pelaku pencuri besi penutup goronggorong di Surabaya marak, diduga akibat harga beli besi tua naik. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM  SURABAYA — Jajaran Polrestabes Surabaya kembali mengamankan dua pelaku pencurian besi penutup gorong-gorong dan saluran air kota, Sabtu malam, 9 Mei 2026, di kawasan Jalan Raya Ngagel, Kecamatan Wonokromo.

Penangkapan ini bawa fakta mengejutkan, kasus serupa sudah tercatat lebih dari 42 kejadian resmi sepanjang April 2025 – Mei 2026, dan diperkirakan ada puluhan kejadian tak dilaporkan.

Aksi ini makin marak karena harga besi tua naik tinggi di pasar pengepul, dan berbahaya karena lubang terbuka sering sebabkan kecelakaan warga.

Kejadian bermula saat petugas Patroli Sabhara Polsek Wonokromo dapat laporan warga ada 3 orang curigaan bergerombol bawa alat berat di pinggir jalan sekitar pukul 02.30 WIB.

Saat didekati, mereka berusaha kabur, namun 2 pelaku berinisial R (32) dan S (29) berhasil diringkus, satu rekannya sempat lolos.

Dari pemeriksaan, keduanya mengaku sudah beraksi bersama-sama selama 8 bulan terakhir, beroperasi di wilayah Wonokromo, Gayungan, dan Rungkut.

Pelaku beraksi dini hari, angkat besi penutup saluran yang beratnya 20–40 kg, lalu jual ke pengepul logam dengan harga Rp 150–250 ribu per lembar.

“Mereka pakai kunci inggris dan linggis, cepat sekali kerjanya. Sekali jalan bisa ambil 2–3 titik. Mereka tahu persis mana penutup yang lama dan mudah dibuka,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Budi Prasetyo.

Barang bukti diamankan: 3 lembar besi curian, alat bongkar, 1 sepeda motor, dan rekaman CCTV. Keduanya kini ditahan, dijerat pasal pencurian dengan pemberatan, ancaman 7 tahun penjara.

Data

Berdasarkan catatan resmi Polrestabes & Dinas PU Surabaya:

  •  Total kasus tercatat: 42 kasus resmi (April 2025 – Mei 2026)
  • Wilayah paling sering: Wonokromo (11 kasus), Gayungan (8), Bubutan (6), Rungkut & Jambangan (masing-masing 5)
  •  Periode marak: malam minggu & akhir bulan, saat harga besi naik
  • Kerugian negara: lebih Rp 230 juta, total 128 lembar penutup hilang
  • Fakta tambahan: Pelaku yang ditangkap bulan lalu mengaku sendiri sudah curi 21 kali dalam setahun, komplotan lain akui sampai 30 kali beraksi

Banyak kasus tidak dilaporkan karena warga anggap hal biasa, baru lapor kalau ada motor jatuh atau pejalan kaki celaka. Sejak awal tahun 2026 saja, sudah tercatat 11 kasus, termasuk yang viral di Jalan Rajawali (Des 2025), Jalan Bubutan (Jan 2026), dan terbaru di Ngagel kemarin.

Dampak

Paling berbahaya: saat penutup hilang, lubang gorong-gorong lebar 60–80 cm terbuka tanpa tanda bahaya.

Tahun ini saja sudah tercatat 7 kecelakaan akibat jatuh masuk lubang: 2 pengendara motor luka parah, 1 anak kecil patah kaki, dan kerusakan kendaraan jutaan rupiah.

Dinas PU sudah ganti dengan penutup beton di titik rawan, tapi biaya mahal dan berat, jadi sebagian masih besi.

Polisi sudah koordinasi dengan pengepul besi: larang beli barang tanpa dokumen sah, siapa beli barang curian ikut ditahan.

“Ini bukan sekadar curi barang, tapi bahayakan nyawa warga. Kami tegas tangkap pelaku dan penadah. Masyarakat kami minta bantu awasi, kalau lihat orang angkat besi laporkan segera.” kata Kombes Luthfie Sulistyawan, Kapolrestabes Surabaya.

Saat ini polisi masih buru anggota yang lolos dan mendalami jaringan pengepul hasil curian agar mata rantai ini terputus total.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Piala Dunia 202: Inilah Rundown Pembukaan serta 12 Grup yang Akan Berlaga

10 Juni 2026 - 19:43 WIB

Prihatin Ibu Hamil Meninggal, Prabowo akan Bangun 400 RS Pemerintah dan 10.000 Puskesmas

10 Juni 2026 - 17:47 WIB

Gema BISA Edukasi Makan Bergizi dari 4 Sehat 5 Sempurna Jadi B2SA

10 Juni 2026 - 17:01 WIB

Terkumpul Rp 1,4 Miliar, Terbongkar Praktek Ilegal Uang Dam dan Badal Haji

10 Juni 2026 - 15:50 WIB

Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik, Cek Harga Terbarunya

10 Juni 2026 - 15:20 WIB

Ketua PERABA Jatim Sutoyo: Permendag Mematikan Usaha Perajin Emas dan Perak

10 Juni 2026 - 13:21 WIB

Pasang Kamera di Kamar Mandi Masjid, Pria Gedek Mojokerto Dituntut 4 Tahun Penjara Denda Rp500 Juta

9 Juni 2026 - 20:38 WIB

PT Pegadaian Dinobatkan sebagai Best Company to Work For in Asia untuk Kedelapan Kalinya

9 Juni 2026 - 20:01 WIB

Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Polresta Sidoarjo Diancam Didemo

9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Trending di Headline