Menu

Mode Gelap

Life Style

Puding Sawo : Hasil Kreatifitas Mahasiswa UM Malang

badge-check


					Puding Sawo : Hasil Kreatifitas Mahasiswa UM Malang Perbesar

KREDONEWS, MALANG – Kreatifitas dalam hal makanan memang tidak pernah ada habisnya untuk dicari. Banyak makanan baru yang tercipta dari bahan-bahan yang ada, seperti halnya bakpao telo yang terbuat dari telo ungu. Begitu pula buah Sawo. Buah sawo, yang sering terlupakan meski kaya nutrisi, kini menjadi inspirasi inovasi mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Dinar Asry Anggraini, S.Pd. Dinar menciptakan kreasi puding berbahan dasar sawo, mengubah buah lokal ini menjadi hidangan penutup bergizi dengan tekstur lembut dan rasa manis alami.

Melalui program “Pelatihan Pembuatan Kreasi Puding Buah Sawo untuk Peningkatan Income Generating dan Suplai Alternatif Bergizi Tinggi,” yang digelar pada Senin (29/7/2024) di Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Dinar dan timnya memberdayakan masyarakat setempat. Program ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi buah sawo sekaligus menyediakan alternatif makanan sehat.

“Kami tidak hanya mengajarkan teknik pembuatan puding yang inovatif, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan tentang nilai gizi bahan lokal. Peserta diajarkan cara memilih buah sawo yang baik, teknik pengolahan yang tepat, hingga strategi pemasaran produk,” ungkap Dinar dilansir dalam um.ac.id.

Produk puding buah sawo hasil pelatihan ini menarik dari segi rasa, visual, dan kemasan. Peserta diberi kesempatan merancang kemasan yang menarik, siap dipasarkan melalui kantin kampus dan event lokal. “Langkah ini mendukung poin Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta nomor 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab,” tambah Dinar.

Dukungan universitas turut memperluas pemasaran produk, memastikan keberlanjutan inisiatif ini. “Kami berharap inovasi ini tidak hanya bermanfaat di Kediri tetapi juga di daerah lain di Indonesia,” ujar Dinar. Inisiatif ini diharapkan menjadi model bagi kolaborasi antara pendidikan tinggi, masyarakat, dan pemerintah lokal dalam meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Melalui program ini, UM menunjukkan perannya dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Inovasi seperti ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi mampu berkontribusi langsung pada upaya menciptakan masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tawa: Vitamin Murah Meriah untuk Tubuh dan Pikiran

17 Januari 2026 - 14:54 WIB

Mengenal Superflu: Flu Musiman dengan Gejala Lebih Berat dan Penularan Lebih Cepat

17 Januari 2026 - 12:42 WIB

Aston Gresik Hadirkan Sensasi Street Food Seoul dalam “60 Seconds to Seoul”

16 Januari 2026 - 21:24 WIB

Profil Lera Abova: Dari Siberia ke Dunia One Piece Netflix

16 Januari 2026 - 15:54 WIB

Jejak Timor Leste di Aroma Kopi Gayo

16 Januari 2026 - 15:42 WIB

BPOM RI Temukan 26 Kosmetik Berbahaya

15 Januari 2026 - 19:48 WIB

Produk Susu Nestle Diminta BPOM Dihentikan Penggunaanya

14 Januari 2026 - 14:57 WIB

Penyakit Crohn: Peradangan Saluran Cerna Seumur Hidup yang Bisa Dikendalikan

14 Januari 2026 - 08:45 WIB

Belajar Nyetir Lebih Aman: 11 Tips Jaga Jarak, Rem, dan Antisipasi di Jalan

13 Januari 2026 - 21:33 WIB

Trending di Life Style