Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Video Viral Juragan Truk Ikat dan Pukuli Sopir Pakai Kayu, Polisi Menahan Keduanya

badge-check


					Pria tegab bernama Junaidi,52, mengikat tangan sopir di meja. Ia
Lalu memukuli sopir itu dengan dia batang kayu. Akibat sopir itu menggelapkan truk dan uang BBM Rp600.000. Kini, polisi memroses hukum keduanya, Sabtu 6 Juni 2016. Foto: instagram@sumselvideoviraldotcom Perbesar

Pria tegab bernama Junaidi,52, mengikat tangan sopir di meja. Ia Lalu memukuli sopir itu dengan dia batang kayu. Akibat sopir itu menggelapkan truk dan uang BBM Rp600.000. Kini, polisi memroses hukum keduanya, Sabtu 6 Juni 2016. Foto: instagram@sumselvideoviraldotcom

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PALEMBANG – Seorang pengusaha sekaligus Direktur Utama perusahaan angkutan di Palembang, Junaidi alias AJ (52 tahun), resmi berstatus tersangka dan diamankan Polrestabes Palembang, sejak Sabtu, 6 Juni 2026.

Langkah hukum ini diambil pihak kepolisian tak lama setelah beredar luas rekaman video penganiayaan yang dilakukannya terhadap seorang sopir, yang memicu kemarahan publik di media sosial.

Peristiwa kekerasan itu sendiri sebenarnya sudah terjadi sejak Senin, 1 Juni 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi kejadian berada di kawasan bengkel atau pool milik PT Catur Putra Manggala, tepatnya di Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.

Dalam video yang beredar, terlihat AJ dengan emosi mengayunkan sebatang kayu berkali‑kali ke tubuh korban, Irza Prasetya (23 tahun).

Tangan korban tampak terikat ke belakang saat dipukuli hingga ia memohon ampun. Irza diketahui merupakan sopir yang baru saja bekerja di perusahaan tersebut.

Bawa Kabur Truk dan Uang BBM

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian itu bermula dari dugaan tindak pidana penggelapan. Irza ditugaskan membawa satu unit dump truk Colt Diesel bernomor polisi BG‑8907‑UA beserta uang operasional sebesar Rp 600.000 untuk pembelian bahan bakar.

Namun, kendaraan itu tidak kembali ke pangkalan dan diketahui berada di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin.

Berkat bantuan pelacak lokasi, kendaraan dan korban akhirnya ditemukan lalu dibawa kembali ke lokasi perusahaan.

“Saat itu saya emosi karena merasa dirugikan, kendaraan itu bernilai ratusan juta rupiah,” ujar AJ saat dimintai keterangan.

Di luar dugaan, perbuatannya terekam kamera dan rekaman itu mulai menyebar luas ke publik pada Jumat, 5 Juni 2026, sekitar pukul 17.00 WIB, dan langsung menjadi sorotan utama.

Viral

Merespons viralnya kasus ini, jajaran Polrestabes Palembang bergerak cepat. Kurang dari 24 jam setelah video menyebar, tepatnya pada Sabtu, 6 Juni 2026 siang hingga sore hari, petugas mendatangi lokasi dan membawa AJ ke Mapolrestabes Palembang untuk diperiksa lebih lanjut.

Pada malam harinya, Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 20.00 WIB, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi, menggelar konferensi pers dan menyampaikan keterangan resmi di hadapan awak media.

Dalam pernyataan tegasnya, Sonny mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menetapkan Junaidi sebagai tersangka.

“Kami telah mengamankan pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka atas tindak pidana penganiayaan. Meski ada dugaan kesalahan atau laporan penggelapan dari sisi perusahaan, namun tindakan memukuli dan melakukan kekerasan fisik tetaplah melanggar hukum dan tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tegas Kombes Sonny Mahar Budi.

AJ kini disangkakan melanggar Pasal 262 Undang‑Undang No.1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai kekerasan terhadap orang di muka umum yang terancam hukuman penjara hingga 5 tahun.

Selain itu, karena korban masih berusia di bawah 25 tahun, pelaku juga disangkakan Pasal 80 Undang‑Undang Perlindungan Anak.

Hukum Dua Arah

Pihak kepolisian menegaskan penanganan kasus ini berjalan seimbang dan berkeadilan. Di satu sisi, kasus penganiayaan yang dilakukan AJ diproses secara tegas.

Di sisi lain, laporan penggelapan kendaraan dan uang operasional yang dilaporkan pihak perusahaan terhadap Irza Prasetya juga tetap ditindaklanjuti.

Korban telah diserahkan ke Polsek Sukarami untuk pemeriksaan terkait laporan tersebut.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa penyelesaian masalah pekerjaan maupun dugaan tindak pidana harus ditempuh melalui jalur hukum yang sah, bukan dengan main hakim sendiri atau melakukan kekerasan yang justru menjerumuskan pelaku ke dalam jerat hukum.

Saat ini Junaidi alias AJ masih ditahan di sel tahanan Polrestabes Palembang untuk menjalani proses penyidikan dan persiapan berkas perkara ke tahap selanjutnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Antisipasi Disalahgunakan Polres Gresik Mitigasi Senjata Api Dinas Anggota

23 Juli 2026 - 11:05 WIB

Polres Gresik Raih Juara 2 Patroli Harkamtibmas Terbanyak Samapta Polda Jatim

23 Juli 2026 - 11:04 WIB

Pemkab Gresik Bantu Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni Warga Miskin

23 Juli 2026 - 11:00 WIB

Menelisik Akar Terorisme (39): Frankenstein dari Gunung Liar Swiss

23 Juli 2026 - 05:37 WIB

Polres Jombang Berikan Beasiswa Putra-Putri Pegawai Negeri Pada Polri Berprestasi

22 Juli 2026 - 15:01 WIB

Bidpropam Polda Jatim Mitigasi Personil Polres Jombang

22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Fokus Berobat Sakit Jantung ke Luar Negeri

22 Juli 2026 - 08:58 WIB

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Trending di News