Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Lporan Dicabut, Wawali Armuji Berdamai dengan Ketua Umum Madas di Unitomo

badge-check


					Mengakhiri komflik hukum, wakil walikota Surabaya Dr H Armuji melakukan persamaian dengan M Taufik, ketua umum Madas Sedarah, di kampus Unitomo, Selasa, 6 Januari 2026. Foto: antara Perbesar

Mengakhiri komflik hukum, wakil walikota Surabaya Dr H Armuji melakukan persamaian dengan M Taufik, ketua umum Madas Sedarah, di kampus Unitomo, Selasa, 6 Januari 2026. Foto: antara

Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA – Dari gesekan tajam soal tudingan ormas hingga jabat tangan perdamaian antara Wakil Wali Kota Surabaya Dr. Ha. Armuji dengan Ketua Umum Madas Sedarah Mohammad Taufik, SH, MH, di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) pada Selasa, 6 Januari 2026. Apa yang membuat konflik panas ini reda seketika?

Dalam kesepakatan mediasi yang disaksikan perwakilan tokoh Madura di Surabaya dan tuan rumah Unitomo, Armuji menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafannya yang menyebut nama ormas Madas Sedarah.

Sementara itu, Taufik menyetujui pencabutan penuh laporan polisi ke Polda Jatim, termasuk LP/B/10/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR yang diajukan sehari sebelumnya pada 5 Januari 2026.

Poin-poin kesepakatan utama:

  • Pencabutan laporan pencemaran nama baik terhadap Armuji berdasarkan dugaan pelanggaran UU ITE Pasal 28 ayat (3).

  • Pencabutan laporan terhadap akun medsos seperti @cakj1 yang diduga memicu framing.

  • Penarikan aduan ke DPRD Surabaya.

Taufik menegaskan bahwa BAP polisi tidak menunjukkan keterlibatan Madas Sedarah dalam kasus Nenek Elina, sehingga miskomunikasi dapat diselesaikan secara damai. Armuji pun menegaskan tidak ada niat stigmatisasi apa pun.

Proses ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas Surabaya dan menghindari konflik berkepanjangan. Para tokoh menekankan dialog sebagai solusi utama, dengan komitmen bersama memelihara harmoni antarwarga Madura dan masyarakat Surabaya secara keseluruhan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Trending di News