Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Komisi C Sidak ke Proyek Puskesmas Keboan, Zahrul Jihad: Klaim Progres 70 %, tak Sesuai dengan Kondisi di Lapangan

badge-check


					Beginilah kondisi penyelesaian bangunan Puskesmas Ngusikan, Jombang, per tanggal 13 Juli 2025. Komisi C DPRD Jombang pada Kamis 24 Juli 2025, melakukan sidak ke lokasi. Disebutkan tidak sesuai dengan kenyataan telah selesai 70 persen. Foto: suaragong.com Perbesar

Beginilah kondisi penyelesaian bangunan Puskesmas Ngusikan, Jombang, per tanggal 13 Juli 2025. Komisi C DPRD Jombang pada Kamis 24 Juli 2025, melakukan sidak ke lokasi. Disebutkan tidak sesuai dengan kenyataan telah selesai 70 persen. Foto: suaragong.com

Penulis: Arief Hendro Soesatyo  |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Komisi C DPRD Kabupaten Jombang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke proyek pembangunan Puskesmas Keboan di kecamatan Ngusikan, Kamis, 24 Juli 2025.

Ketua Komisi C, M. Zahrul Jihad,  menyatakan bahwa bahwa progres pembangunan yang diklaim mencapai 70 – 79 persen tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Ia menyoroti lantai dua bangunan masih jauh dari selesai. Beberapa bidang tembok ruangan belum terpasang secara menyeluruh.

Zahrul menyebut bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh lemahnya pengawasan sejak awal, termasuk peran konsultan pengawas yang tidak berjalan optimal dan kurang tegas dalam menindak penyimpangan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan puskesmas harus dilakukan dengan serius dan profesional, bukan asal-asalan, mengingat ini adalah program strategis daerah yang berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat.

Komisi C juga berencana memanggil Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang untuk meminta penjelasan terkait progres pembangunan tersebut karena waktu pengerjaan tinggal beberapa minggu lagi, namun progres masih jauh dari target

Sidak ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan yang dilaporkan bermasalah dan terancam molor penyelesaiannya.

Komisi C juga berencana memanggil dinas kesehatan, untuk meminta penjelasan terkait progres dan kualitas pekerjaan proyek tersebut.

Dalam sidak sebelumnya, DPRD Jombang bahkan sampai meminta penghentian proyek pemeliharaan karena ketidaksesuaian dan kekhawatiran terhadap kualitas bangunan.

Masyarakat dan DPRD Jombang menganggap bahwa pembangunan Puskesmas Keboan terkesan amburadul, dengan dugaan adanya pelaksanaan proyek yang kurang rapi dan adanya subkontrak yang tidak jelas.

Inspeksi ini dilakukan untuk memastikan apakah proyek memenuhi standar teknis dan administrasi yang berlaku serta untuk mempercepat penyelesaian proyek yang tertunda agar fasilitas kesehatan di Kecamatan Ngusikan dapat segera beroperasi dengan baik.

Jadi, Sidak Komisi C DPRD Jombang pada tanggal 24 Juli 2025 merupakan langkah pengawasan serius terhadap proyek pembangunan Puskesmas Keboan yang terkendala dan perlu evaluasi menyeluruh dari dinas terkait.

Rp 4,19 Miliar
Nilai proyek pembangunan Puskesmas Keboan di Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, adalah sekitar Rp4,19 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh CV Renno Abadi dan dimulai sejak 6 Februari 2025.

Berdasarkan informasi yang ditemukan, tidak ada keterangan eksplisit tentang keberadaan papan proyek di lokasi pembangunan Puskesmas Keboan di Kecamatan Ngusikan, Jombang.

Namun, laporan menyebutkan bahwa  termasuk Dinas Kesehatan dan konsultan pengawas, rutin melakukan pemantauan di lapangan dan mengawasi progres proyek yang saat ini sekitar 70 persen.

Proyek pembangunan Puskesmas Keboan di Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, seharusnya selesai pada awal Agustus 2025, atau tinggal dua minggu lagi. Namun, hingga awal Juli 2025 progres 70 persen, sehingga proyek ini berpotensi molor dari jadwal yang telah ditentukan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Pegawai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Digaji Rp76.000, Menteri Buka Suara

15 Juli 2026 - 20:11 WIB

Komdigi Temukan Ribuan Rekening Bank & Akun E-Wallet Terindikasi Judi Online, BCA Terbanyak

15 Juli 2026 - 19:47 WIB

Bupati Gresik Pulangkan.Puluhan Anak Pekerja Migran di Malaysia

14 Juli 2026 - 10:52 WIB

Babak Baru Kasus Penipuan PPPK Pemkab Gresik, Staf Dinas PMD Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 09:54 WIB

Jangan Panik! Beras Anda Aman dari Kutu dengan Trik Sederhana

13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina, BP, Shell, dan VIVO

13 Juli 2026 - 20:07 WIB

5 Kereta Api Ini Menjalani Relasi Terjauh di Indonesia

12 Juli 2026 - 19:05 WIB

Langkah-Langkah Menjaga Kesehatan di tengah Fenomena El Nino

12 Juli 2026 - 18:55 WIB

Trending di Nasional