Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Kalaksa BPBD Jombang Wiko Diaz: Awas Anomali Cuaca Ekstrem Hujan, Petir dan Puting Beliung

badge-check


					Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang saat ini adalah Wiko Birawa Felipe Diaz Quintas mengeluarkan imbauan dan kewaspadaan kepada masyaraka Jombang, karena terjadi anomali cuacan pada saat Pancaroba, bisa menimbulkan hujan deras, peti, puting beliung dan hujan es. Foto: metaranews.com Perbesar

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang saat ini adalah Wiko Birawa Felipe Diaz Quintas mengeluarkan imbauan dan kewaspadaan kepada masyaraka Jombang, karena terjadi anomali cuacan pada saat Pancaroba, bisa menimbulkan hujan deras, peti, puting beliung dan hujan es. Foto: metaranews.com

Penulis: Arief Hendro Soesatyo   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Peristiwa hujan dan angin ribut yang melanda wilayah Jombang terjadi dalam masa peralihan musim atau pancaroba pada bulan Oktober 2025, tepatnya beberapa hari terakhir sebelum dan hingga hari ini, 21 Oktober 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang saat ini adalah Wiko Birawa Felipe Diaz Quintas, menyatakan  bahawa  BMKG menyatakan bahwa meskipun musim penghujan diprediksi baru sepenuhnya dimulai akhir Oktober 2025.

Kondisi anomali cuaca dengan hujan deras dan angin kencang sudah dirasakan sejak awal bulan dan diperkirakan terus berlanjut hingga akhir bulan.

BMKG Juanda memberikan peringatan potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur, termasuk Jombang, dari tanggal 20 hingga 29 Oktober 2025 dengan risiko angin kencang, hujan lebat, hingga badai petir.

Fenomena ini disebabkan oleh gangguan gelombang atmosfer dan suhu muka laut yang tinggi di sekitar Selat Madura, yang mendukung pembentukan awan konvektif penyebab hujan deras dan angin kencang.​

Dengan demikian, hujan dan angin ribut yang kamu tanyakan sedang terjadi sejak beberapa hari terakhir ini di Jombang sebagai bagian dari pola cuaca anomali di masa pancaroba Oktober 2025.

Warga diimbau tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti pohon tumbang dan banjir lokal serta segera melaporkan jika terjadi kejadian cuaca berbahaya ke BPBD setempat.​

Oleh karena itu, Kelaksa BPBD Jombang, Wiko menegaskan bahwa akan terjadi intensitas hujan ringan sampai sangat lebat. Hujan tidak merata, mengakibatkan tekanan udara berbeda, hal inimenyebabkan terjadi  angin kencang, puting beliung, cuaca ekstrem hingga hujan es serta sambaran petir.

Imbauan BPBD Jombang:
1. Selalu waspada dan memperhatikan kondisi cuaca
2. Hindari berrkendara pada saat hujan lebat dengan jarak pandang terbatas;
3. Hindari berteduh  di bawah pohon dan papan reklame tinggi;
4. Menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan meningkatkan imunitas tubuh;
5. Melaporkan semua kejadian kepada pejabat pemerintah dari level terkecil;
6. Laporan langsung juga dapat disampaikan ke kantor BPBD Kabupaten Jombang melalui telepon: 081252596233  dan akun media sosial @bpbdjombang. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

Trending di Nasional