Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Jepang Yakin Kebijakan Tarif AS Membuat Biaya Hidup Tinggi, Ini Alasannya

badge-check


					Jepang Yakin Kebijakan Tarif AS Membuat Biaya Hidup Tinggi, Ini  Alasannya Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, TOKYO– Sebuah survei yang dilakukan oleh Kyodo News mengungkapkan bahwa sekitar 84,2% masyarakat Jepang merasa khawatir bahwa kebijakan kenaikan tarif impor Amerika Serikat (AS) dapat berdampak buruk pada penghidupan mereka, terutama biaya hidup meningkat.

Mayoritas responden, yakni 73,9%, menilai langkah AS tersebut tidak dapat dibenarkan, sementara hanya 18,3% yang setuju jika Jepang memberlakukan kebijakan balasan berupa tarif serupa.

Survei ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 12-13 April, dengan melibatkan 477 rumah tangga dan 3.284 nomor telepon genggam yang dipilih secara acak. Dari jumlah tersebut, terdapat 425 responden dari rumah tangga dan 626 dari pengguna ponsel yang memberikan tanggapan.

Penjelasan Hubungan Kenaikan Tarif AS dengan Kenaikan Biaya Hidup:

Kebijakan kenaikan tarif impor AS dapat meningkatkan biaya hidup di Jepang melalui beberapa mekanisme. Pertama, jika AS menaikkan tarif atas produk-produk impor dari Jepang, hal ini dapat mengurangi daya saing ekspor Jepang dengan produk lokal, sehingga pendapatan perusahaan dan gaji para pekerja terkait bisa menurun.

Baca juga: Pemerintah Imbau Migrasi ke e-SIM, Ini Perbedaan dengan SIM Card

Baca juga: Perselingkuhan Bisa Dicegah atau Dipenjara 3 Tahun, Kok Bisa?

Kedua, sebagai bentuk pembalasan, Jepang mungkin juga akan menaikkan tarif atas barang-barang impor dari AS, seperti bahan pangan atau bahan baku industri. Kenaikan biaya impor ini akan berimbas pada harga produk dalam negeri, yang akhirnya dibebankan kepada konsumen.

Selain itu, ketidakpastian perdagangan dapat melemahkan nilai yen, sehingga harga barang impor menjadi lebih mahal. Akibatnya, masyarakat Jepang harus mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang pada akhirnya meningkatkan beban hidup. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Menelisik Akar Terorisme (47): Hector Pahlawan Troya Mati Ketakutan

9 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Ilustrasi. Foto: ist
Trending di News