Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Jepang Kembangkan OHISAMA Pusat Listrik Tenaga Surya di Angkasa Nirkabel ke Bumi

badge-check


					Negeri Sakura, Jepang sedang membangun pusat listrik tenaga suray di angkasa. Hasil listrik itu dikirim ke bumi secara nirkabel. Menjadi pesaing keras bagi China yang juga mengembangkan technologi serupa. Foto:  Instagram@techindi Perbesar

Negeri Sakura, Jepang sedang membangun pusat listrik tenaga suray di angkasa. Hasil listrik itu dikirim ke bumi secara nirkabel. Menjadi pesaing keras bagi China yang juga mengembangkan technologi serupa. Foto: Instagram@techindi

Penulis:  Jacobus E.  Lato    |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JEPANG- Merasa tak nyaman dan tidak aman menghadapi China. Kini Jepang mulai unjuk kekuatan lewat kemampuan teknologinya, dengan menciptakan pusat listrik tenaga surya di angkasa dan mengirimkan energinya ke bumi nirkabel, pertama di dunia.

Ini menyusul prestasinya,  mencetak rekor dunia kecepatan internet tercepat, mencapai 1,02 petabit per detik atau sekitar 1.020.000 gigabit per detik pada jarak transmisi 1.808 kilometer, mencapai 1,02 petabit per detik atau sekitar 1.020.000 gigabit per detik dengan jarak transmisi 1.808 kilometer.

Jepang memimpin pengembangan tenaga surya berbasis luar angkasa (Space-Based Solar Power atau SBSP) melalui proyek OHISAMA, yang dirancang untuk mendemonstrasikan transmisi energi nirkabel dari orbit ke Bumi.

Proyek ini melibatkan satelit seberat 180 kg yang mengorbit pada ketinggian 400 km, mampu menangkap sinar matahari tanpa gangguan cuaca atau malam hari.

Satelit tersebut memancarkan energi hingga 1 kW menggunakan teknologi gelombang mikro ke stasiun penerima di Bumi, membuktikan kelayakan transmisi nirkabel.

Pada 2025, Jepang mempersiapkan peluncuran satelit OHISAMA sebagai langkah awal menuju ladang panel surya raksasa di orbit dengan kapasitas megawatt hingga gigawatt.

Proyek ini dipimpin oleh Japan Space Systems untuk menyediakan energi bersih berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil meski menghadapi tantangan biaya dan regulasi.

Beberapa laporan memperkirakan biaya produksi energi dari sistem SBSP seperti OHISAMA mencapai sekitar 61 sen per kilowatt-jam, jauh lebih tinggi dibandingkan panel surya darat. Angka ini mencerminkan tantangan awal seperti peluncuran satelit dan pengembangan teknologi transmisi.

Biaya didominasi oleh pembuatan satelit 180 kg, antena phased array, dan infrastruktur rectenna di Bumi, meskipun Jepang belum merilis anggaran resmi dari Japan Space Systems. Proyek ini lebih difokuskan pada demonstrasi teknologi daripada pengungkapan detail finansial.

Cara Kerja

Teknologi transmisi gelombang mikro pada proyek OHISAMA Jepang mengubah energi surya yang ditangkap satelit menjadi gelombang mikro untuk dikirim nirkabel ke Bumi, memanfaatkan frekuensi aman yang bisa menembus atmosfer tanpa kehilangan besar.

Panel surya di satelit OHISAMA menangkap sinar matahari secara kontinu di orbit, mengonversinya menjadi listrik DC yang kemudian diubah menjadi gelombang mikro melalui perangkat seperti magnetron atau klystron. Gelombang ini difokuskan ke antena phased array untuk membentuk beam terarah ke stasiun penerima di permukaan Bumi.

Di Bumi, antena rectenna (rectifying antenna) menangkap gelombang mikro tersebut dan mengubahnya kembali menjadi arus listrik melalui diode rectifier, dengan efisiensi konversi mencapai 80-90% pada demonstrasi OHISAMA. Teknologi ini aman karena intensitas rendah, setara sinar matahari, dan beam dirancang agar tidak membahayakan penerbangan atau satelit lain.​**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Trending di News