Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

DPRD Jombang Sidak ke Perumda di Wonosalam, Waspadai Kontrak Kerja yang Merugikan Pemkab

badge-check


					Ketua dan anggota DPRD Jombang melakukan sidak ke kantor Perumda Panglungan, di Wonosalam, Rabu 18 Juni 2025. Awasi terus perjanjian kontrak kerja yang merugikan perumda. Foto; Dok/ sekretariat DPRD Jombang Perbesar

Ketua dan anggota DPRD Jombang melakukan sidak ke kantor Perumda Panglungan, di Wonosalam, Rabu 18 Juni 2025. Awasi terus perjanjian kontrak kerja yang merugikan perumda. Foto; Dok/ sekretariat DPRD Jombang

Penulis: Arief Hendro Soesatyo  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji bersama beberapa anggota dewan melakukan sidak (inspeksi mendadak)  ke kantor Perumda Panglungan Wonosalam, 18 Juni 2025. Sidak ini merupakan tindak lanjut dari rapat dengar pendapat sebelumnya dengan direksi Perumda untuk mengevaluasi pengelolaan dan kerja sama dengan pihak ketiga.

Kedatangan angota dewan itu disambut langsung oleh Direksi Perumda, termasuk Direktur Perumda Panglungan, Agus Mujiono. Dalam sidak tersebut, DPRD menemukan bahwa pengelolaan perumda belum maksimal dan terdapat berbagai persoalan yang harus segera diperbaiki agar perusahaan daerah ini dapat beroperasi secara optimal dan tidak merugikan daerah.

Sidak ini juga menjadi bagian dari upaya DPRD untuk memastikan pemutusan kontrak dengan perusahaan mitra yang merugikan Perumda benar-benar dilaksanakan dan pengelolaan Perumda diperbaiki secara menyeluruh.

Pemkab Jombang memutus kontrak kerja sama dengan dua perusahaan pihak ketiga di Perumda Perkebunan Panglungan Wonosalam. Namun, nama-nama spesifik kedua perusahaan tersebut tidak disebutkan secara rinci dalam sumber yang tersedia.

Sebelumnya, Fraksi PKB DPRD Jombang bahkan mendesak pemutusan kontrak terhadap 17 perusahaan di Perumda tersebut, karena isi perjanjian dianggap merugikan Perumda secara nyata. Saat ini, Pemkab dan tim hukum sedang mengkaji ulang kontrak-kontrak tersebut untuk mensterilkan Perumda dari sisa-sisa perjanjian yang merugikan.

Pemutusan kontrak kerja sama dengan dua perusahaan di Perumda Perkebunan Panglungan Wonosalam merupakan respons dari Pemkab Jombang yang didorong oleh desakan dan evaluasi dari DPRD Jombang, khususnya Fraksi PKB.

Fraksi PKB DPRD Jombang sejak awal Juni 2025 secara resmi mendesak Bupati Warsubi untuk memutus kontrak dengan 17 perusahaan mitra Perumda yang dianggap merugikan dan bermasalah secara administrasi dan substansi kemitraan.

Sementara itu, Pemkab Jombang melalui Bagian Ekonomi dan Hukum juga melakukan kajian ulang terhadap kontrak-kontrak tersebut, meskipun terdapat ketidaksinkronan dalam komunikasi internal Pemkab mengenai perkembangan kajian ini. Direktur Perumda dan tim hukum Pemkab aktif meninjau ulang kontrak untuk mensterilkan Perumda dari perjanjian yang merugikan.

Dengan demikian, pemutusan kontrak ini dapat dikatakan sebagai hasil kolaborasi antara inisiatif eksekutif Pemkab Jombang yang sedang mengkaji ulang kontrak, dan tekanan serta dorongan dari legislatif DPRD Jombang yang menuntut tindakan tegas demi keberlangsungan Perumda.

Hasil sidak DPRD Jombang, dewan menemukan bahwa pengelolaan tanaman di Perumda tersebut belum maksimal dan kurang tertata dengan baik. DPRD menyoroti pencampuran jenis tanaman yang justru berpotensi merugikan, seperti tanaman jambu dicampur dengan kopi yang dapat memicu hama, serta penanaman pohon sengon dan buah naga yang dinilai tidak memberikan nilai profit tinggi.

Dewan merekomendasikan agar direktur Perumda yang baru segera melakukan evaluasi dan peralihan jenis tanaman ke komoditas yang lebih menguntungkan seperti durian, kopi, dan cengkeh untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Selain itu, sidak ini juga menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap 17 kontrak kerja sama dengan pihak ketiga yang dinilai tidak menguntungkan Perumda Panglungan.

Setelah sidak di Perumda Perkebunan Panglungan Wonosalam, Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, menyampaikan bahwa inspeksi mendadak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari rapat dengar pendapat dengan Direksi Perumda beberapa waktu sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi yang ditemui di lapangan menunjukkan banyak tanaman yang tidak tertata dengan baik sehingga berpotensi merugikan. Contohnya, tanaman jambu yang dicampur dengan tanaman kopi, yang menurutnya dapat memicu serangan hama yang merusak tanaman tersebut. Hadi Atmaji menekankan perlunya penataan ulang komoditas tanaman agar pengelolaan Perumda menjadi lebih efektif dan tidak merugikan perusahaan daerah. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

Trending di Nasional