Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

CSR PT Semen Indonesia di Situbondo: Renovasi Ponpes Hingga Bantu 12 Genset dan Sound System di Mangli

badge-check


					Istimewa 
Proses pengerjaan pembangunan dan renovasi asrama santri Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ Yafi di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Foto: Istimewa Perbesar

Istimewa Proses pengerjaan pembangunan dan renovasi asrama santri Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ Yafi di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Foto: Istimewa

Penulis: Sanny    |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SITUBONDO – Ali Yafi (42), Kepala Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ di Situbondo, Jawa Timur, mengungkapkan rasa syukurnya karena para santri kini sudah memiliki ruangan yang lebih layak dan nyaman untuk aktivitas belajar termasuk mengaji.

Ruangan yang direnovasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tersebut, terdiri atas bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai aula dan ruang serbaguna.

Selama ini, seluruh aktivitas belajar mengajar termasuk mengaji, masih dilaksanakan di masjid karena belum tersedia ruangan yang mampu mengakomodir aktivitas santri.

“Dukungan dari SIG membantu kami meningkatkan kualitas infrastruktur untuk kegiatan belajar yang efektif dan produktif,” kata Ali Yafi.

Dikatakan Ali Yafi, sejak berdiri pada tahun 2000 dan efektif beroperasi pada 2007, Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ berkembang secara swadaya dan jarang tersentuh bantuan dari pihak lain.

Tidak hanya sektor ekonomi, komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat juga terwujud dalam dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan mendorong kegiatan positif sosial kemasyarakatan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SIG menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan, serta fasilitas operasional dan penunjang kegiatan sosial kemasyarakatan bagi lembaga pendidikan keagamaan dan komunitas masyarakat di Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Bantuan yang disalurkan meliputi pembangunan dan renovasi asrama santri, serta pagar beton di Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, dan 1 unit mobil pick up untuk operasional kegiatan sosial bagi Jamiyah Muhibbullah Warasulah di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo.

Sementara di Desa Mangli, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, SIG menyalurkan bantuan operasional berupa 12 unit sound system, 12 unit mesin genset, 1 unit mesin pemotong rumput, dan 1 unit motor roda tiga untuk menunjang aktivitas komunitas Generasi Muda Bersatu.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, program TJSL SIG senantiasa ditujukan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Fokus utamanya pada peningkatan kualitas pendidikan, serta aspek pemberdayaan sosial dan ekonomi, sehingga mampu memberikan dampak positif yang lebih luas.

“SIG tidak hanya menghadirkan solusi bahan bangunan berkelanjutan, kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas belajar para santri. Bagi SIG, keberhasilan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi kemajuan bersama,” kata Vita Mahreyni melalui rilis yang diterima redaksi

Ketua Komunitas Gerakan Muda Bersatu, Anang Rudianto (36) mengaku bantuan dari SIG sangat membantu keberlangsungan kegiatan sosial dan keagamaan yang rutin dilaksanakan komunitasnya di Bondowoso sejak tahun 2015.

“Selama ini, kami selalu sewa sound system. Alhamdulillah, sekarang sudah punya sendiri bantuan SIG. Bantuan genset sangat membantu karena tidak semua titik lokasi memiliki akses listrik. Motor roda tiga memudahkan pengangkutan perlengkapan dan logistik bantuan terutama jika ada donatur yang menyalurkan bantuan sembako bagi warga kurang mampu di sekitar desa,” ujar Anang Rudianto. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Belanda Umumkan Kode Merah: Suhu 39°C Bikin Aspal Meleleh dan Dehidrasi

27 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wartawan Diundang Keluar, Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dari Hati ke Hati Bersama Rektor dan Dosen

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Trending di News