Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Berebut Pimpinan: Kursi Melayang dan Baku Hatam Muktamar 10 PPP di Ancol

badge-check


					Adu mulut, adu fisik, tawruan dan kursi melayang pada saat pembukaan Muktamar 10 PPP di Ancol, Sabtu malam, 27 September 2025. Foto: tangkapa layar video Instagram@rmol.id Perbesar

Adu mulut, adu fisik, tawruan dan kursi melayang pada saat pembukaan Muktamar 10 PPP di Ancol, Sabtu malam, 27 September 2025. Foto: tangkapa layar video [email protected]

Penulis: Yusran Hakim   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARATA- Kisruh muktamar PPP ke-10 yang berlangsung di Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu, 27 September 2025, terjadi kericuhan yang melibatkan saling adu mulut, perkelahian, dan lempar kursi antar kader PPP. Kericuhan itu dipicu oleh perbedaan pendapat mengenai calon ketua umum partai.

Saat pidato pembukaan oleh Plt Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, situasi memanas dengan dua kubu mendukung suara berlawanan yakni “lanjutkan” dan “perubahan”.

Beberapa kader terluka akibat bentrokan fisik yang terjadi, dan suasana memanas berlanjut sampai setelah pembukaan dengan teriakan-teriakan serta pengusiran Mardiono dari kerumunan peserta.

Mardiono menyebut ada pihak-pihak yang ingin memaksakan kehendak tertentu dalam muktamar dan mereka menjadi pemicu kericuhan.

Agenda utama muktamar adalah pemilihan ketua umum baru dan pembentukan struktur partai lima tahun ke depan.

Dua calon ketua umum utama adalah Muhammad Mardiono sendiri dan mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang didukung oleh beberapa DPW dan DPC PPP.

Konflik juga dipandang sebagai akibat dari merosotnya perolehan suara PPP dalam Pemilu 2024 sehingga ketegangan internal meningkat.

Pengamat menyatakan bahwa konflik ini mencerminkan pengurus PPP kehilangan arah dan lupa akan akar pemilihnya sehingga kerap terjadi gesekan internal yang memicu kericuhan.

Wakil Ketua Umum PPP mengimbau kader untuk menahan diri dan menjaga ketertiban sesuai ajaran Islam selama muktamar berlangsung agar konflik tidak makin melebar.

Singkatnya, muktamar PPP di Ancol berlangsung ricuh karena ketegangan internal pemilihan ketua umum yang memecah kubu kader, dipicu oleh persaingan antar calon dan keinginan pihak tertentu memaksakan kehendak dalam partai, dengan bentrokan fisik hingga menyebabkan beberapa kader luka-luka serta situasi makin memanas saat acara pembukaan dan wawancara media dari Mardiono.

Berikut kronologi kisruh muktamar PPP ke-10 di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 27 September 2025:
  • Muktamar dibuka oleh Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono. Saat memberikan pidato pembukaan, suasana langsung memanas karena perbedaan pendapat kader terhadap proses dan calon ketua umum.

  • Peserta muktamar terbagi menjadi dua kubu yang bersuara saling bertolak belakang, yakni kelompok yang meneriakkan “Lanjutkan” kepemimpinan saat ini dan kelompok yang meneriakkan “Perubahan”.

  • Ketegangan berlangsung saat pembukaan dan berlanjut sampai setelah acara. Kader-kader saling adu mulut dan kemudian terlibat perkelahian. Bahkan ada yang melempar kursi dan saling dorong.

  • Saat Mardiono melakukan sesi wawancara dengan media di lokasi, kelompok pendukung dan penolak saling berteriak sorakan berbeda, suasana semakin gaduh. Petugas keamanan berusaha melerai pertikaian, sementara beberapa kader terluka akibat bentrokan fisik.

  • Kericuhan ini diduga dipicu oleh adanya pihak-pihak yang ingin memaksakan kehendak tertentu dalam pemilihan ketua umum, dilatarbelakangi oleh kekecewaan terhadap hasil Pemilu 2024 yang dinilai kurang maksimal.

  • Wakil Ketua Umum PPP mengimbau para kader menahan diri dan menjaga ketertiban sesuai dengan ajaran Islam agar tidak mencederai proses muktamar.

  • Beberapa pengamat politik menyebut kericuhan ini mencerminkan pengurus partai yang kehilangan arah dan lupa akan akar pemilih sehingga konflik internal mudah terjadi.

Singkatnya, kericuhan muktamar PPP di Ancol bermula dari ketegangan antara dua kubu kader pada pidato pembukaan, memuncak jadi bentrokan fisik dan kerusuhan saat sesi wawancara, hingga mengakibatkan sejumlah kader terluka dan suasana kacau selama pembukaan berlangsung.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Trending di News