Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM.COM-Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan salah satu penyebab langkanya beras jenis premium dengan ukuran 5 kilogram (kg) di pasaran sejumlah titik wilayah Indonesia.
Ketua Umum Aprindo Solihin mengatakan, peritel hingga saat ini masih enggan memiliki pasokan beras premium yang berasal dari distributor maupun produsen lantaran adanya ketidaksesuaian harga produsen dan penjualan yang dipatok pemerintah.
“Sebetulnya barangnya (berasnya) ada, cuma kita harus beli dan jual lebih murah daripada yang kita beli,” kata Solihin saat dihubungi Bloomberg Technoz, Selasa (1/9/2026).
Dengan kata lain, kata Solihin, peritel diminta pemerintah untuk menjual beras premium seharga Rp14.900/kg. Sementara, harga pembelian yang dipatok distributor atau produsen berada di atas harga tersebut atau di atas Rp15.000/kg.
Dengan begitu, peritel harus menanggung rugi apabila tetap menjual harga beras premium yang dipatok pemerintah.
Untuk mengatasi hal tersebut, Solihin mengatakan peritel telah menempuh berbagai upaya komunikasi ke pemerintah. Namun, belum ada respons positif hingga saat ini.
“Lebih baik peritel nggak jual daripada rugi,” tuturnya. “Segala upaya telah dilakukan tapi belum ada respons positif. Termasuk membuat surat audiensi ke Menko Perekonomian, Menko Pangan. Itu juga belum direspons.”***

























