Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

badge-check


					Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026 Perbesar

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Analis komoditas sekaligus pendiri Traderindo Wahyu Laksono memproyeksikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengalami penyesuaian naik pada September 2026.

Berdasarkan pergerakan keekonomian, Wahyu mengestimasikan harga bensin nonsubsidi kategori Pertamax (RON 92) naik sekitar Rp300 hingga Rp550 per liter bulan depan.

“Kategori gasoline seperti Pertamax berpotensi mengalami penyesuaian naik sekitar Rp300 hingga Rp550 per liter,” ungkapnya saat dihubungi, Senin (31/8/2026).

Dia melanjutkan varian bensin beroktan lebih tinggi berpotensi mengalami lonjakan yang lebih besar.

“Untuk varian dengan oktan lebih tinggi [RON 95 dan RON 98], potensi kenaikannya berada di kisaran Rp450 hingga Rp750 per liter,” tambahnya.
Petugas mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024).

Dia melanjutkan varian bensin beroktan lebih tinggi berpotensi mengalami lonjakan yang lebih besar.

“Untuk varian dengan oktan lebih tinggi [RON 95 dan RON 98], potensi kenaikannya berada di kisaran Rp450 hingga Rp750 per liter,” tambahnya

Selain bensin, kelompok bahan bakar solar nonsubsidi juga diprediksi terimbas penyesuaian ini. Kategori diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex berpotensi mengalami kenaikan di kisaran Rp400 hingga Rp800 per liter.

Wahyu menjelaskan proyeksi penyesuaian harga tersebut mengacu pada pergerakan harga rata-rata produk olahan di pasar Singapura atau Mean of Platts Singapore (MOPS) selama periode acuan 25 Juli hingga 24 Agustus 2026.

Wahyu mengestimasi rata-rata MOPS untuk produk bensin berada pada kisaran US$92,00 hingga US$98,50 per barel.

Angka ini meningkat dari rata-rata bulan sebelumnya yang berada di rentang US$86,00 hingga US$90,00 per barel akibat pengetatan pasokan kilang di kawasan Asia.

Sementara itu, estimasi rata-rata MOPS untuk produk solar berada di tingkat yang lebih tinggi, yaitu US$96,00 hingga US$102,50 per barel, yang didorong oleh lonjakan permintaan musiman sektor industri serta peningkatan selisih harga minyak mentah dengan produk olahan (crack spread).

“Kalau dilihat MOPS memang mencatatkan kenaikan rata-rata sekitar 4% hingga 7%. Namun, dampak berhasil diredam oleh penguatan nilai tukar rupiah sebesar 1,8% hingga 2,2% pada periode perhitungan yang sama,” katanya.

Kombinasi kedua variabel ini menghasilkan perkiraan kenaikan harga ideal sebesar 2,0% hingga 4,0% untuk Pertamax Series.

Adapun untuk Dex Series, perkiraan kenaikan harga ideal berada di kisaran 2,5% hingga 4,5% karena laju kenaikan MOPS diesel tercatat lebih curam daripada kelompok bensin.

Wahyu menambahkan, berdasarkan kalkulasi keekonomian tersebut, PT Pertamina Patra Niaga bersama penyedia BBM swasta lainnya seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo kemungkinan besar akan menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mulai 1 September 2026.

Menurutnya, badan usaha swasta diprediksi bergerak lebih cepat dalam merefleksikan pergerakan MOPS dan kurs untuk mempertahankan margin distribusi mereka.

“Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga diperkirakan tetap menaikkan harga dengan besaran yang lebih terukur atau menahan sebagian margin [smoothing] demi menjaga daya beli masyarakat serta daya saing di pasar ritel domestik,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian harga bahan bakar nonsubsidi pada 1 Agustus 2026, termasuk BBM RON 92 atau Pertamax yang mengalami penurunan menjadi Rp15.950/liter dari sebelumnya Rp16.250 per liter.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat serta mendukung ketersediaan pasokan BBM nasional.

“Mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat,” ujar Kitty dalam siaran pers, Sabtu (1/8/2026).

Adapun, formula harga BBM nonsubsidi mengacu rata-rata harga BBM di pasar Singapura (MOPS), rata-rata kurs rupiah selama periode evaluasi, biaya penyimpanan dan distribusi, margin badan usaha, dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor.

Dengan penyesuaian tersebut, harga BBM RON 92 atau Pertamax mengalami penurunan menjadi Rp15.950/liter pada Agustus. Harga ini turun Rp300 dari Rp16.250 per liter liter yang berlaku sejak 10 Juni lalu.

Di sisi lain, harga BBM RON 98 atau Pertamax Turbo turun Rp1.000 menjadi Rp18.300 per liter dari harga bulan sebelumnya senilai Rp19.300 per liter.

Selain itu, harga BBM RON 95 atau Pertamax Green 95 pada Agustus turun Rp400 menjadi Rp16.600 per liter dari harga bulan sebelumnya Rp17.000 per liter.

Sementara itu, BBM jenis solar nonsubsidi Pertamina terpantau tidak mengalami perubahan harga. Harga Pertamina Dex saat ini tetap seharga Rp21.150 per liter. Selanjutnya, Dexlite tetap dibanderol Rp19.700 per liter.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jasa Marga Ungkap Daftar Jalan Tol Baru yang Siap Beroperasi

9 September 2026 - 19:17 WIB

1.845 KK di Surabaya Tercatat Turun Kelas Desil

9 September 2026 - 19:06 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp92.400 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Nasional

9 September 2026 - 18:49 WIB

Beras SPHP Ganti Nama Jadi Beras Kita

8 September 2026 - 18:46 WIB

8 Bandara Kembali Dibuka, BMKG Pastikan Negatif Abu Vulkanik

8 September 2026 - 18:20 WIB

KAI Tambah Tiga Perjalanan Kereta Menuju Jakarta

7 September 2026 - 20:10 WIB

Purbaya Masih Bimbang Terapkan Cukai Minuman Berpemanis di 2027

7 September 2026 - 19:49 WIB

Beras RI Kalah Murah dari Thailand-Vietnam, Mentan: Subsidi Kita Kecil

7 September 2026 - 19:37 WIB

Indonesia Dikepung Erupsi: Gunung Semeru dan Anak Krakatau Meletus Bersamaan Hari Ini

6 September 2026 - 19:16 WIB

Trending di Nasional