Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG– Bupati Jombang H. Warsubi, didampingi Wakil Bupati Jombang Salmanudin, S.Ag., M.Pd., mengunjungi lokasi kebakaran sekaligus beraudiensi dengan para pedagang, Rabu siang, 28 Oktober 2026.
Seperti diwartakan jombangkab.go.id, dalam kunjungan tersebut, Bupati Warsubi mengajak para pedagang berdiskusi untuk menemukan solusi terbaik terkait pembangunan kembali Pasar Cukir.
“Hasil audiensi, pedagang Pasar Cukir meminta tidak perlu bangunan permanen, yang penting bisa dipergunakan berjualan terlebih dahulu. Sementara kita bangun bangunan semipermanen, dengan listrik dan semuanya ditanggung oleh Pemkab Jombang.”
“Saya instruksikan tadi, kalau sudah oke segera dibuat perencanaan, sehingga dapat dibangun dengan baik,” jelas Bupati Warsubi.
Sebelum Idul Fitri
Para pedagang berharap pembangunan pasar semipermanen dapat segera terlaksana agar mereka bisa kembali berjualan secara normal saat Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
“Kami minta sampai dengan akhir Desember harus selesai. Saya berharap, saat Hari Raya Idulfitri 2027, semoga uang pedagang yang hilang akibat kebakaran, insyaallah akan dikembalikan oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Bupati Jombang menyampaikan, pembangunan bangunan semipermanen di Pasar Cukir dialokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Dengan dana yang telah disiapkan, kami harap bangunan ini dibangun dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Bangunlah yang baik, dengan atap yang baik dan kuat. Nantinya listrik akan dipasangkan oleh Pemkab Jombang,” tambahnya.
Rapat OPD
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Jombang, Wiko Birawa Felipe Diaz Quintas, S.STP., M.Si menyampaikan BPBD, Disdagrin dan Dinas PUPR Kabupaten Jombang telah melakukan rapat koordinasi untuk penanganan kebakaran di Pasar Cukir.
“Dari awal kejadian, Bupati Jombang memerintahkan BPBD Jombang untuk penanganan kebakaran. Setelah itu Bupati memerintahkan dinas terkait untuk melaksanakan rapat koordinasi penanganan kejadian ini, sehingga pedagang dapat segera beraktivitas dan berjualan, ” jelas Wiko.
Ia menyampaikan, saat ini telah berproses mengurus penerbitan SK tanggap darurat, sehingga dana BTT dapat dikeluarkan melakui SK tersebut.
Rp 935,2 Juta
Lebih lanjut, Kepala Dinas PUPR Imam Bustomi, S.T., M.T menambahkan, kebutuhan dana pembangunan Pasar Cukir ditaksir mencapai Rp 935.298.000.
Pihaknya memastikan pembangunan akan segera dilaksanakan dengan konstruksi semipermanen.
“Nanti spesifikasi bangunan akan dibuat rangka baja ringan, atap galvalum. Dengan kategori semipermanen, tidak diperkenankan menggunakan pintu rolling door, jadi mungkin nanti dari kalsiboard dan multipleks,” jelasnya.
Solusi tersebut mendapat tanggapan positif dari para pedagang. Salah seorang perwakilan pedagang menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Jombang.
Listrik dan Atap
“Tadi telah disampaikan, listrik, atap, pintu, semua dibiayai oleh pemerintah. Sementara bisa digunakan dengan baik walaupun semipermanen, sehingga dalam dua bulan ini dapat diproses pembangunannya. Terima kasih, Abah Bupati,” ujarnya.
Sebagai informasi, total kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 3 miliar.
Kebakaran berdampak pada tiga blok yang terdiri atas 54 lapak. Untuk sementara, para pedagang terdampak diperkenankan menggunakan lapak yang kosong.**

















