Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Operasi Modifikasi Cuaca Jelang Pancaroba di Jatim Akibat Kekeringan

badge-check


					Operasi Modifikasi Cuaca Jelang Pancaroba di Jatim Akibat Kekeringan Perbesar

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM. SURABAYA-Dampak musim kemarau di Provinsi Jawa Timur dilaporkan terus meluas hingga akhir Oktober 2026. Laporan hasil Rapat Koordinasi Bencana yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemprov Jatim mengungkapkan bahwa bencana kekeringan kini telah melanda 26 kabupaten/kota dan berdampak langsung pada sedikitnya 35.808 Kepala Keluarga (KK).

Meskipun sebagian wilayah mulai memasuki masa transisi atau pancaroba menuju musim penghujan, kondisi krisis air bersih justru masih menjadi persoalan serius di lapangan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, menyusutnya cadangan air tanah membuat warga terpaksa mengandalkan pasokan tangki air bersih eksternal untuk memenuhi kebutuhan harian.

Kondisi Berbagai Daerah

Laporan dari berbagai daerah menunjukkan situasi yang kian memprihatinkan akibat menyusutnya debit air secara drastis:
– Kabupaten Malang: Tercatat sedikitnya 13 desa yang tersebar di enam kecamatan (termasuk Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, dan Pagak) terdampak parah. Hingga bulan ini, BPBD setempat telah mendistribusikan hingga 3,8 juta liter air bersih guna menolong belasan ribu jiwa yang mengalami krisis air.

– Kabupaten Jember: Menurut laporan resmi PPID Kabupaten Jember, sekitar 90 persen sumur warga di beberapa desa (seperti Desa Jalian, Kecamatan Pakusari) sudah mengering hingga terlihat dasarnya. Warga terpaksa menempuh jarak ratusan meter demi mencari mata air alternatif.

– Kabupaten Madiun: Berdasarkan pantauan lapangan, kemarau panjang tahun ini dilaporkan sebagai salah satu yang terparah, di mana mesin pompa air (jet pump) milik warga sudah tidak mampu lagi mengangkat air dari dalam tanah.

– Wilayah Madura (Bangkalan, Sampang, Sumenep): Menjadi salah satu klaster terdampak paling konsisten dengan karakteristik tanah kapur yang sulit menyimpan air, membuat warga di beberapa wilayah pedalaman harus antre berhari-hari demi mendapatkan giliran bantuan air.

Langkah Darurat: Distribusi Air dan Modifikasi Cuaca

Menyikapi status kedaruratan yang terus meluas, berbagai pihak mulai dari jajaran TNI, BPBD, hingga lembaga sosial seperti BAZNAS secara masif mengerahkan armada truk tangki air ke titik-titik krisis.

Tak hanya penanganan di darat, pemerintah juga menempuh jalur udara. Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengonfirmasi bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan telah resmi digelar sejak Sabtu (24/10) dan Minggu (25/10).

Penyemaian awan difokuskan di wilayah Probolinggo, Pasuruan, dan sekitarnya guna memicu hujan buatan. Langkah ini mendesak dilakukan bukan hanya untuk mengatasi kekeringan, melainkan juga untuk memitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ikut mengancam 22 wilayah di Jawa Timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa beberapa wilayah di Jawa Timur masih akan menghadapi sisa dampak kemarau ini hingga pertengahan November mendatang.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus menghemat penggunaan air bersih serta dilarang keras melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bahlil Klaim RI Tak Langgar Kontrak Usai Pangkas Gas Singapura

26 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Gandrung Sewu 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Banyuwangi

25 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Diskon Tiket Pesawat-Kereta Api Ditebar Saat Nataru, Segini Besarannya

25 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu, Pelemahan Berlanjut Empat Hari Berturut-turut

23 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Prabowo Targetkan Kredit Rp400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga pada 2027

23 Oktober 2026 - 19:17 WIB

IHSG Hari Ini: Naik 3 Hari Beruntun, Terbaik Asia

22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Harga Cabai Rawit Terbang Jadi Rp150.000 per Kg

21 Oktober 2026 - 19:32 WIB

DP 0% Rumah dan Kendaraan Lanjut 2027

21 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Pemerintah Tanggung 100% PPN Tiket Pesawat Libur Nataru

21 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Trending di Nasional