Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Aksi Massa Pertama PMII Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Kaltim, Bakar Ban dan Terobos Pintu Gerbang

badge-check


					Aksi unjuk pertama terhadap Rudi Masud, gubernur Kalimantan Timur, Kamis 9 April 2006. (Kiri) Pelajar dan Mahasiswa  Islam Indonesia  (PMII) Samarinda sudah begerak lebih dlulu menyampaikan aspirasi kepada gubernur. (Kanan) Taufikuddin, Koordinatyor Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa. F0t0: Instagram@selasarmedia Perbesar

Aksi unjuk pertama terhadap Rudi Masud, gubernur Kalimantan Timur, Kamis 9 April 2006. (Kiri) Pelajar dan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda sudah begerak lebih dlulu menyampaikan aspirasi kepada gubernur. (Kanan) Taufikuddin, Koordinatyor Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa. F0t0: Instagram@selasarmedia

Penulis: : Enrico Narendra Sadewa   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SAMARINDA- Sebelum aksi demo massal tanggal 21 April 2026, aktivis Pelajar dan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII) Samarinda telah menggelar aksi demo di depan kantor gubernur Kalimantan Timur, Kamis 9 April dibubumbi aksi bakar ban serta menerobos pintu gerbang.

Korlap (koordinator lapangan) yang memberikan keterangan resmi dalam aksi demo PMII Samarinda di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada 9 April 2026 adalah Taufikuddin, yang menjabat sebagai Ketua PC PMII Samarinda.

Beberapa media menyebutkan bahwa ia yang menyampaikan pernyataan terbuka kepada awak media, menegaskan menolak audiensi tertutup dengan OPD dan menuntut Gubernur Rudy Mas’ud turun langsung menemui massa.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Samarinda menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan dan kepemimpinan Pemerintah Provinsi Kaltim dibawah Gubernur Rudy Mas’ud.

Aksi ini diwarnai kritik terhadap ketimpangan pembangunan di Kalimantan Timur, termasuk soal jalan rusak, distribusi BBM, listrik, air, serta persoalan tambang dan kedalaman lubang tambang yang dinilai belum terkelola adil.

Massa membawa sekitar 10 tuntutan yang menyoroti fasilitas publik, perlindungan sumber daya alam, dan kesejahteraan tenaga honorer.

Dalam aksi tersebut, massa sempat membakar sebuah ban di depan pintu masuk Kantor Gubernur Kaltim, sehingga area sekitar gerbang dipenuhi kepulan asap hitam.

Beberapa peserta aksi juga mencoba menerobos pagar dan masuk ke area halaman kantor gubernur, namun upaya itu dihalau petugas kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di dalam gerbang.

Aksi berlangsung di bawah pengawasan ketat aparat, dengan tujuan utama agar aspirasi mahasiswa terkait pemerataan pembangunan dan penegakan hukum lingkungan bisa disampaikan langsung kepada pemerintah provinsi.

Gubernur Kaltim tidak turun langsung di tengah aksi, sehingga beberapa elemen demonstran mengancam aksi demo berkelanjutan jika tuntutan tidak ditanggapi secara serius.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tidak langsung menemui massa pendemo PMII Samarinda saat aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim pada Kamis (9/4/2026).

Informasi dari pihak PMII menyebut Rudy Mas’ud tidak berada di Samarinda saat demonstrasi berlangsung, sehingga tidak ada temu langsung antara gubernur dengan massa. Massa sempat menolak audiensi hanya dengan pejabat OPD dan menegaskan hanya ingin bertemu Gubernur Rudy Mas’ud, tetapi permintaan itu tidak terpenuhi karena keberadaannya tidak di lokasi.

Beberapa laporan menyebut pemerintah provinsi menawarkan wadah dialog atau audiensi, namun massa menolak dan memilih menggelar penyampaian aspirasi di depan gerbang kantor. Hingga saat aksi berakhir, tidak ada laporan resmi bahwa Gubenur Rudy Mas’ud datang langsung menemui atau menanggapi langsung perwakilan pendemo di halaman kantor.

Hasil aksi demo PMII Samarinda di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada 9 April 2026 tidak berujung pada keputusan/penyerapan tuntutan secara langsung oleh Gubernur Rudy Mas’ud, namun berhasil menyalurkan dan mempublikasikan sejumlah aspirasi besar ke publik.

Poin hasil utama aksi

  • PMII menyampaikan 10 tuntutan yang mencakup perbaikan jalan, distribusi BBM, listrik, air, layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan lingkungan (termasuk tambang ilegal), serta pemenuhan hak tenaga honorer dan daerah tertinggal seperti Mahakam Ulu.

  • Aksi memicu perhatian luas media dan publik, terutama karena massa sempat merusak pagar dan menerobos halaman kantor sehingga situasi menjadi ricuh, dengan tiga mahasiswi dilaporkan pingsan dalam ketegangan itu.

Respons pemerintah

  • Gubernur Kaltim tidak hadir langsung di tengah aksi, sehingga tidak ada dialog langsung antara Rudy Mas’ud dan massa; tuntutan hanya diserahkan secara simbolis dan belum ada konfirmasi kebijakan konkret yang langsung diterbitkan pascademo.

  • PMII Samarinda menyatakan akan mengawal tuntutan mereka dan mengancam aksi lanjutan jika pemerintah provinsi dianggap tidak serius menanggapi persoalan pemerataan pembangunan dan anggaran program–program strategis. **

siapa korlap PMII yang memberi keterangan dalam aksi demo ini

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PT Pegadaian XII Surabaya Resmikan Jembatan Gantung di Temas Batu dan 100 Mushaf dan Paket Siswa

17 Juni 2026 - 19:42 WIB

Menelisik Akar Teroris (20): Para Penjahat dan Gerilyawan

17 Juni 2026 - 18:59 WIB

2027 Polri Minta Tambah Anggaran Rp61 Triliun Menjadi Rp184 Triliun

17 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist
Trending di News