Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Fadli Zon Minta agar Aceh ada Bioskop yang Sudah Mati Sejak 2001

badge-check


					Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melakukan kunjungan kera di Aceh, 13 Januari 2025. Instagram@fadlizon Perbesar

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melakukan kunjungan kera di Aceh, 13 Januari 2025. Instagram@fadlizon

Penulis: Hadi S. Purwanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, menyarankan agar dibangun bioskop di Aceh, satu-satunya provinsi di Indonesia yang diberi keistimewaan untuk menerapkan Syariat Islam. Dia mencontohkan Arab Saudi yang punya banyak bioskop.⁠

Soal saran membangun bioskop di Aceh, Fadli Zon menjelaskan saat ini ekosistem film di Indonesia sedang bagus-bagusnya. Adapun, bioskop terakhir di Aceh diperkirakan tutup pada pertengahan 1990-an, sebelum Syariat Islam diberlakukan mulai 2001.

Dia menjelaskan agar insan perfilman menyampaikan Indonesia kekurangan layar-layar bioskop., pernyataan itu kepada Wakil Gubernur Aceh terpilih, serta Wali Nangroe Aceh.

“Kita perlu, saya bilang kepada beliau juga bioskop-bioskop di Aceh. Tapi tentu ini karena Aceh ini agak spesifik. Karena Aceh ini menggunakan syariat Islam. Jadi perlu ada mungkin penyesuaian dan adaptasi di situ,” kata Fadli.⁠

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan pembangunan bioskop di Aceh dalam sebuah kuliah umum yang disampaikan pada Senin, 13 Januari 2025, di Aula Utama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, yang terletak di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Fadly Zon menyatakan bahwa rencana ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi karya anak bangsa dan menekankan pentingnya bioskop sebagai medium ekspresi budaya.

Ia juga mencatat bahwa untuk merealisasikan rencana tersebut, perlu ada perubahan kecil dalam peraturan yang berlaku di Aceh

Usulan ini mendapat kritik dari beberapa sineas lokal, yang menilai bahwa fokus pada pembangunan bioskop adalah langkah yang ketinggalan zaman, mengingat perkembangan teknologi dan tren digital saat ini. Mereka berargumen bahwa banyak orang kini lebih memilih menonton film melalui platform Over-The-Top (OTT) daripada pergi ke bioskop. **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pidato KH Hasan Abdullah Sahal: Kami Tidak Cari Muka, Pak Presiden Kami Tetap Pilih Pendidikan

20 September 2026 - 23:36 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Rudal Houthi Sasar Bandara Raja Khaled dan Mengenai Fasilitas Perminyakan Aramco

20 September 2026 - 08:57 WIB

Penelisik Akar Terorisme (58): Pemberontak Chang Hsien-chung Hingga Jejak Perang Salib di Tiongkok

20 September 2026 - 08:30 WIB

100 Tahun Pondok Darussalam Gontor, Presiden Tiga Kali Pekikan Free Palestine! Mau Heboh, Terserah

19 September 2026 - 16:06 WIB

Ratusan Orang Tuntut PT Annisa Ahmada Kembalikan Ongkos Umrah: Total Rp57 Miliar

19 September 2026 - 15:13 WIB

Sidang Gratifikasi Rp 1,08 M Dirjen BC Jaka Budi Utama, Faisyal Assegap Ancam Datangkan Massa di PN Tipikor

19 September 2026 - 14:30 WIB

Hilang Saat Liputan Erupsi G. Anak Krakatau: SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru

19 September 2026 - 12:30 WIB

Empat Bulan Jalani Hukuman Kasus Rp22 Juta, Hellyana Duduk Kembali ke Singgasana Wagub Babel

19 September 2026 - 11:06 WIB

Trending di News