Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Harga Minyak Dunia Melonjak, Harga Pertamax Bisa Tembus ke Rp 20.000

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-PT Pertamina Patra Niaga mencermati potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat harga minyak acuan tembus ke atas US$ 100 per barel. Anak usaha Pertamina ini pun memproyeksi harga Pertamax bisa berada di level Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per liter.

Memang, mengacu Trading Economics, hingga Jumat (11/9/2026) pukul 16.15 WIB, harga minyak mentah jenis WTI sudah tembus US$ 100,40 per barel atau sudah meningkat 20,42% secara bulanan. Sedangkan, harga minyak mentah jenis Brent berada di posisi US$ 104,91 per barel atau naik 17,96% dalam sebulan.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menjelaskan, kondisi geopolitik saat ini menjadi pemicu tingginya harga minyak. Jika dibandingkan, ia bilang, perang Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz saat ini memiliki efek yang lebih parah dibandingkan perang Ukraina-Rusia.

“Dulu waktu perang Ukraina-Rusia tidak separah ini. Dengan adanya perang di Timur Tengah, ternyata dampaknya secara global, selain ketersediaan energi di dunia, juga terhadap harga yang saat ini belum stabil ya,” kata Eko dalam temu media di Terminal BBM Rewulu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Ia mengungkapkan, hal ini turut berdampak pada peningkatan harga BBM. Bahkan, terdapat potensi harga Pertamax mencapai Rp 20.000 per liter apabila ketegangan geopolitik tak mereda dan minyak global tak kunjung kembali ke level US$ 60 – US$ 70 per barel.

“Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp 18.000 sampai Rp 20.000 karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia,” jelas Eko.

Meski demikian, Eko berharap harga minyak global bisa kembali ke level US$ 60-US$ 70 per barel agar harga BBM juga tak terus mendaki.

“Jadi kalau berharap turun ke US$ 70 per barel atau US$ 60 dolar per barel seperti sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera,” imbuh dia.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Akhir Bulan Ini Semua SPBU Bisa Jual B50

11 September 2026 - 18:32 WIB

Jasa Marga Ungkap Daftar Jalan Tol Baru yang Siap Beroperasi

9 September 2026 - 19:17 WIB

1.845 KK di Surabaya Tercatat Turun Kelas Desil

9 September 2026 - 19:06 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp92.400 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Nasional

9 September 2026 - 18:49 WIB

Beras SPHP Ganti Nama Jadi Beras Kita

8 September 2026 - 18:46 WIB

8 Bandara Kembali Dibuka, BMKG Pastikan Negatif Abu Vulkanik

8 September 2026 - 18:20 WIB

KAI Tambah Tiga Perjalanan Kereta Menuju Jakarta

7 September 2026 - 20:10 WIB

Purbaya Masih Bimbang Terapkan Cukai Minuman Berpemanis di 2027

7 September 2026 - 19:49 WIB

Beras RI Kalah Murah dari Thailand-Vietnam, Mentan: Subsidi Kita Kecil

7 September 2026 - 19:37 WIB

Trending di Nasional