Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Pemprov Jatim Resmi Usulkan 2.100 Formasi CPNS-PPPK Tahun Ini

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mengusulkan sekitar 2.100 formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Langkah ini diambil guna mengisi kekosongan posisi akibat pegawai yang memasuki masa pensiun.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Indah Wahyuni menjelaskan usulan tersebut telah rampung dan diserahkan pihaknya kepada pemerintah pusat sejak 7 Juni 2026.

“Jumlah formasi yang kami usulkan berada di bawah jumlah pegawai yang memasuki masa purna tugas. Jumlah pegawai yang purna tugas sekitar 2.100 orang pada tahun ini,” ujar Indah, Senin (6/7/2026).

Ia memaparkan untuk kuota formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Jatim terhitung sebanyak 750 kuota. Lalu, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Teknis diusulkan 929 kuota, PPPK Tenaga Guru 369 kuota, dan PPPK Tenaga Kesehatan sejumlah 57 kuota

“Seluruhnya akan kami kalkulasikan secara berimbang sesuai dengan kebutuhan,” bebernya.

Ia menyebut saat ini Pemprov Jatim masih menunggu arahan dan verifikasi lebih lanjut dari KemenPAN-RB yang masih melakukan proses penelitian terhadap kebutuhan formasi CPNS-PPPK yang telah diajukan.

“Kami menyesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini usulan tersebut masih diteliti oleh Kementerian PAN-RB terkait kebutuhan formasinya, tetapi usulan dari kami sudah disampaikan,” ucapnya.

Menurut Indah, fokus pengadaan tahun ini diarahkan pada tenaga teknis spesifik yang memiliki kompetensi khusus. Di sektor pelayanan sosial, Provinsi Jatim membutuhkan tenaga terampil untuk penanganan lansia dan anak-anak di lingkungan Dinas Sosial.

“Misalnya di Dinas Sosial, masih dibutuhkan tenaga yang memiliki kompetensi khusus untuk merawat lansia, termasuk memandikan lansia, maupun merawat anak-anak. Pekerjaan seperti ini membutuhkan perhatian dan keahlian tersendiri,” ungkapnya.

Selain itu, tenaga teknis juga sangat dibutuhkan di bidang infrastruktur. Khususnya, para pegawai yang mampu menangani persoalan infrastrukrur jalan raya di tengah meningkatnya kuantitas kendaraan yang mengalami kelebihan muatan atau overload.

“Dibutuhkan tenaga laboratorium di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga yang dapat melakukan pengujian, seperti menentukan ketebalan aspal yang sesuai. Kebutuhan tenaga seperti ini juga cukup besar untuk tahun depan,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penyebab Harga Ayam dan Telur di Peternak Loyo

6 Juli 2026 - 18:49 WIB

Ojol Minta Potongan Komisi 8% Diperluas ke Layanan Delivery

3 Juli 2026 - 18:44 WIB

Kadin Jatim: Perlu Pembahasan Komprehensif RPMK Tembakau

2 Juli 2026 - 19:55 WIB

Ditemukan Gudang Narkotika di Gresik Sindikat Internasional

2 Juli 2026 - 19:10 WIB

BPOM Temukan 12 Obat Bahan Alam Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat

1 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pertamax Turbo Turun Harga Per 1 Juli 2026, Simak Daftar Harga

1 Juli 2026 - 19:41 WIB

Operasi Gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Gresik Berhasil Amankan Ribuan Batang Rokok Ilegal

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Tarif Listrik Juli-Agustus-September Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:23 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWG Berhasil Masuk Rekor Dunia

30 Juni 2026 - 06:05 WIB

Trending di Nasional