Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Hasto Wardoyo akan Sweeping seluruh Penitipan Anak dan PAUD di Yogyakarta, Pasca Kasus Little Areshsa

badge-check


					Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo akan memastikan jasa penitipan anak dan PAUD untuk memeriksa kelengkapan perizinannya, Minggu 26 April 206, menjawab pertanyaan wartawan. Foto: instagram@pandanganyogya Perbesar

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo akan memastikan jasa penitipan anak dan PAUD untuk memeriksa kelengkapan perizinannya, Minggu 26 April 206, menjawab pertanyaan wartawan. Foto: instagram@pandanganyogya

Penulis: Sri Muryanto   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, YOGYAKARTA– — Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, menjawab pertanyaan wartawan, Minggu 26 April 2926  menegaskan bakal melakukan sweeping terhadap seluruh tempat penitipan anak atau daycare serta PAUD di Kota Yogyakarta.

Tindakan ini dilakukan menyusul kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, yang diduga melakukan tindakan tak senonoh kepada 53 bayi dan anak yan dititpkan di yayasan itu.

Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh lembaga pengasuhan anak beroperasi sesuai aturan dan memiliki izin resmi.

Hasto menyebut daycare yang tidak memiliki izin harus ditutup. Ia juga meminta agar setiap lembaga penitipan anak menerapkan standar operasional yang transparan, termasuk pengawasan yang bisa diakses orang tua serta pemasangan CCTV.

Kasus Little Aresha sendiri memicu perhatian luas setelah polisi mengungkap dugaan kekerasan terhadap anak di fasilitas tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar, daycare itu diketahui tidak memiliki izin operasional resmi, sementara aparat telah menetapkan belasan tersangka dalam perkara ini.

Pemerintah Kota Yogyakarta juga disebut telah berkoordinasi dengan Polresta Yogyakarta dan instansi terkait untuk mendata anak-anak yang menjadi korban maupun keluarga mereka, agar mendapat pendampingan psikologis dan bantuan hukum.  **.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PT Pegadaian XII Surabaya Resmikan Jembatan Gantung di Temas Batu dan 100 Mushaf dan Paket Siswa

17 Juni 2026 - 19:42 WIB

Menelisik Akar Teroris (20): Para Penjahat dan Gerilyawan

17 Juni 2026 - 18:59 WIB

2027 Polri Minta Tambah Anggaran Rp61 Triliun Menjadi Rp184 Triliun

17 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist
Trending di News