Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Amdal Blok Gas Masela Sudah Terbit, Investasi Rp 352 Triliun Dampak Ekonomi Rp 2.135 Triliun

badge-check


					Masel menjadi salah satu sumber gas Indonesia dengan nilai keekonomian hingga Rp 2.135, 8 triliun> Foto: Instagram@anakteknikkindo Perbesar

Masel menjadi salah satu sumber gas Indonesia dengan nilai keekonomian hingga Rp 2.135, 8 triliun> Foto: Instagram@anakteknikkindo

Penulis: Mulawarman  |  Edityor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MALUKU – Proyek Gas Blok Masela dengan senila investasii Rp352 triliun baru saja mendapat persetujuan AMDAL resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup pada 20 Februari 2026, memungkinkan pembangunan kilang LNG darat segera dimulai.

Dokumen AMDAL diserahkan kepada Kenji Hasegawa Presiden Direktur Inpex Masela Ltd. oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, disaksikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Persetujuan ini menandai tonggak penting setelah proses panjang, dengan target groundbreaking pada Semester I 2026.

Proyek Blok Gas Masela memiliki nilai prakiraan keekonomian masa depan mencapai US$150 miliar (Rp2.543 triliun) kontribusi terhadap PDB Indonesia selama masa operasi hingga 2055. Penerimaan negara (bagi hasil, pajak): US$153 juta (Rp2.135,8 triliun) .

Efek pengganda (lapangan kerja, industri hilir): Penghasilan rumah tangga US$33 miliar, petrokimia US$2 miliar. Angka ini dari studi kesepakatan PoD-I 2019 dan update 2025, dengan produksi 9.5 juta ton LNG/tahun mulai 2029.

Cadangan

Cadangan gas Blok Masela yang terbaru dilaporkan bervariasi antar sumber terkini, dengan angka utama 6.97 TCF (triliun kaki kubik) untuk potensi Lapangan Abadi sebagai cadangan terbesar di Indonesia, sementara perkiraan total lapangan mencapai 18.54 TCF.

Estimasi Utama
Lapangan Abadi: 6,97 TCF gas, harga produk 9,5 untuk LNG plus pajak.

Total Blok Masela: 18,54 TCF (gross), termasuk potensi produk gas kumulatif 16,38 TCF.

Konteks Terbaru
Data dimulai pada Februari 2026 pasca-izin AMDAL, konsistensi dengan penemuan sejak 2000 dan PoD-I 2019, tanpa pembaruan signifikan baru.

Penerimaan Negara
Potensi pendapatan bagi hasil migas mencapai US$153 miliar (Rp2.135,8 triliun) secara nasional, dengan pendapatan kolektif US$137 miliar.

Dampak Regional di Lapangan Kerja
Provinsi Maluku: US$95 juta penerimaan, 21.000 lapangan kerja/tahun.

Kabupaten Tanimbar: US$90 juta penerimaan, 8.000 lapangan kerja/tahun.
Nasional: 70.000-73.000 lapangan kerja/tahun, pendapatan rumah tangga US$33 miliar.

Proyek Blok Masela diproyeksikan memberikan nilai ekonomi signifikan ke depan melalui pendapatan negara, kontribusi PDB, dan efek pengganda hingga 20.

Kontak Karya
Skema kontrak bagi hasil (PSC) Blok Masela menggunakan model cost recovery , di mana Pemerintah Indonesia mendapat bagian 50-59% dari produksi setelah pemulihan biaya kontraktor (Inpex 65%, Shell 35%).

Rincian Terpisah
Minimal 50% dari total biaya, tetapi 59% dari belanja modal saat ini (US$18-21 juta). Kontrak diperpanjang hingga 2055 (27 tahun tambahan dari 2028).

Data Umum
Blok Masela merupakan proyek pengembangan Kilang Gas Alam Cair (LNG) darat (onshore) yang berlokasi di Pulau Nustual, Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Proyek ini termasuk salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Secara geografis, wilayah kerja Blok Masela memiliki luas sekitar 4.291,35 kilometer persegi yang berada di Laut Arafura, sekitar 800 kilometer sebelah timur Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan sekitar 400 kilometer di utara Darwin, Australia, dengan kedalaman laut berkisar 300 hingga 1.000 meter.

Melalui proyek tersebut, Blok Masela diproyeksikan mampu memproduksi gas sebesar 1.600 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau setara 9,5 juta ton LNG per tahun. Selain itu, proyek ini juga ditargetkan menghasilkan 150 juta standar kaki kubik per hari gas pipa serta sekitar 35 ribu barel kondensat per hari. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Trending di News