Menu

Mode Gelap

Headline

Harga Emas Anjlok 9,8 Persen: Harga Tertinggi US$5.594,82 Menjadi US$4.883,62/ Troy Ounce

badge-check


					Awal tahun 2026, harga emas dunia terjadi gejolak luar biasa. Terjadi kenaikan eskterm, tetapi juga penurunan sangat tajam. Foto: is Perbesar

Awal tahun 2026, harga emas dunia terjadi gejolak luar biasa. Terjadi kenaikan eskterm, tetapi juga penurunan sangat tajam. Foto: is

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Harga emas duni amenutup pekan terakhir 30  Januari 2026 dengan volatilitas ekstrem. Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, logam mulia ini justru mengalami aksi jual tajam dan mencatatkan penurunan harian terdalam sejak 1983.

Melansir Refinitiv emas spot ditutup melemah 9,8% di level US$4.864,35 dan sempat anjlok 9,5% ke level US$4.883,62 per troy ounce pada Jumat (30/1/2026) , setelah sehari sebelumnya menyentuh puncak US$5.594,82.

Pada Jumat kemarin, harga emas sempat menyentuh US$ 5.450 sebelum harganya dibanting ke posisi terendahnya di US$ 4695,23 sekitar pukul 02.30 WIB.

Data LSEG menunjukkan penurunan ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pencatatan sejak Februari 1983 atau hampir 43 tahun di mana emas ambruk 12,09% sehari

Koreksi ini terjadi di tengah euforia harga yang sudah terlalu cepat. Sepanjang Januari, emas masih menguat lebih dari 13% dan mencatat kenaikan bulanan keenam berturut-turut.

Penurunan harga emas yang ekstrem pada akhir Januari 2026 dipicu oleh aksi ambil untung investor setelah reli harga yang terlalu cepat sepanjang bulan tersebut.

Penyebab Utama

Koreksi ini terjadi karena euforia harga emas yang melonjak lebih dari 13% di Januari, mencapai rekor US$5.594,82, mendorong investor merealisasikan keuntungan secara massal.

Penurunan harian mencapai 9,8-12,09%, terdalam sejak 1983, sebagai respons teknikal normal setelah puncak harga.

Penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral membuat aset berimbal hasil seperti obligasi lebih menarik daripada emas. Pelemahan ini juga tercermin di pasar domestik seperti emas Antam, yang turun seiring sentimen global.

Meski anjlok ke US$4.695,23, tren bulanan tetap positif dengan kenaikan 13%, menandakan koreksi sementara bukan pembalikan arah. Harga spot tutup di US$4.864,35 pada 30 Januari 2026.

Harga emas tidak “dimainkan” oleh satu pihak spesifik, melainkan ditentukan oleh dinamika pasar global yang melibatkan berbagai pelaku utama.

Investor institusional seperti hedge funds dan bank sentral memengaruhi harga melalui aksi beli/jual besar-besaran, terutama saat ambil untung setelah reli ekstrem seperti pada 30 Januari 2026.

Bank sentral (misalnya The Fed melalui kebijakan suku bunga) dan pembeli negara berkembang juga berperan besar dalam permintaan safe haven.

Penguatan dolar AS serta supply-demand memicu volatilitas, di mana spekulan ritel dan ETF mempercepat pergerakan harga. Koreksi 9,8-12% pada akhir Januari mencerminkan profit-taking massal setelah kenaikan 13% bulanan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perahu Angkut 3 Ton Besi Tua dan 5 Orang Tenggelam di Pelabuhan Gresik

4 Mei 2026 - 20:18 WIB

Netizen Marah ke Gus Ipul: Lelang Sepatu Siswa SR Rp700.000/ Pasang Pagu Rp 27,5 Miliar

4 Mei 2026 - 15:32 WIB

Mandala Siswa SMP 4 Samarinda Meninggal Dunia Akibat Sepatu Kekecilan

4 Mei 2026 - 14:39 WIB

Kades Buncitan Sidoarjo Tewas di Kantor, Posisi Duduk di Sofa Leher Terlilit Selang

4 Mei 2026 - 07:34 WIB

Aksi Demo Kekerasan Seksual, Kemenag Menutup Ponpes Dholo Pati

4 Mei 2026 - 05:53 WIB

Menyeberang Harus Tunggu Aba-aba, Jombang Usulkan Fasilitas Pintu KA di Desa Nglele

3 Mei 2026 - 19:33 WIB

Bupati Fandi Ahmad Yani Beri Sangu Obat dan Vitamin untuk Ratusan Jamaah Haji Asal Kabupaten Gresik

3 Mei 2026 - 19:26 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Lamaran Ditolak, Ade Darmawan Asal Kebumen Penusuk Sita Janatul dan Adiknya Warga Purisemanding Jombang

2 Mei 2026 - 16:02 WIB

Trending di News