Menu

Mode Gelap

Headline

BUMD Jadi Sarang Korupsi, Dedi Mulyadi Akan Rombak Jadi Super-holding Mirip Danantara

badge-check


					Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai melakukan pembincaan dan perbaikan  birorasi dan BUMD Jabar.Foto.instagramkdm Perbesar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai melakukan pembincaan dan perbaikan birorasi dan BUMD Jabar.Foto.instagramkdm

Penulis: Mayang K. Mahadhika  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANDUNG– Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, telah mengungkap berbagai dugaan praktik tidak beres di BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Jabar, termasuk kasus korupsi yang berujung kerugian negara signifikan.

Ia ungkap korupsi spesifik Rp 800 miliar di BUMN Jabra, tapi ia sering kritik pengelolaan BUMD era sebelumnya. Dedi Mulyadi menyampaikan pernyataan restrukturisasi BUMD Jawa Barat pada 22 Januari 2026 di Bandung.

Kasus korupsi di PT Energi Negeri Mandiri (ENM), anak usaha Migas Utama Jabar (MUJ), merugikan negara Rp 86,2 miliar dari dana PI 10% senilai Rp 800 miliar sejak 2017 yang diterima MUJ dari Pertamina.

Tersangka meliputi eks Dirut MUJ Begin Troys, Dirut ENM Ruli Adi Prasetia, dan Nugroho Widiyantoro dari PT Serba Dinamik; subkontrak ilegal jadi pemicu.

Dedi coret anggaran sewa mobil listrik BUMD Rp 11 miliar (Rp 350 juta/mobil/tahun) karena dicurigai kamflase dana via anak perusahaan baru.

Ia juga ungkap utang BUMN ke Bank BJB Rp 3,6-3,7 triliun bebani fiskal daerah, plus rencana gabung BUMD jadi dua perseroda pasca-korupsi berulang.

Tuduhan korupsi langsung ke Dedi (misal proyek perumahan dengan Menteri Maruarar Sirait) dibantah sebagai hoaks, karena proyek dibangun pra-jabatannya. Fokusnya reformasi BUMD: independen, bebas politik, dan profesional.

Dedi Mulyadi menawarkan solusi restrukturisasi besar-besaran untuk mengatasi masalah BUMD Jawa Barat, termasuk dugaan korupsi dan inefisiensi.

Ia berencana menyatukan puluhan BUMD menjadi satu super holding mulai pekan depan, meniru model Danantara nasional, kecuali Bank BJB yang tetap independen.

Tujuannya menghilangkan BUMD “hantu” yang hanya nama tanpa aktivitas, serta mengelola aset daerah Rp4 triliun lebih efisien untuk tingkatkan PAD.

Netral Politik

Pengelolaan harus dipisah dari politik; tidak ada penempatan tim sukses di direksi/komisaris, fokus pada profesional independen. Langkah ini juga termasuk hapus kontrak tak efisien seperti sewa mobil listrik Rp11 miliar untuk cegah penyimpangan dana.

DPRD Jabar menyambut baik peleburan ini sebagai solusi realistis untuk sehatkan BUMD stagnan. Reformasi menargetkan transparansi, sinergi antar-BUMD, dan hilirisasi ekonomi daerah.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bawa Bondet dan Celurit, Babinsa Grati Ringkus Satu dari Tiga Pelaku Curanmor di Depan SDN 1 Kalipang

11 Mei 2026 - 22:30 WIB

Brigpol Arya Supena Gugur, Polda Lampung Kerahkan 800 Personel Memburu Tesangka Pelaku

11 Mei 2026 - 21:17 WIB

Target B50 Juli 2026, Pemerintah Antisipasi Kendala Teknis

11 Mei 2026 - 19:47 WIB

REI Jatim Siap Bangun 50.000 Rumah Subsidi, Tapi Pasar Belum Sinkron

11 Mei 2026 - 19:26 WIB

Baru Dapat Menu Daging: 197 Siswa SD-SMP Tembok Dukuh Surabaya Keracunan

11 Mei 2026 - 19:03 WIB

Ketika Rumah Kebudayaan Menjadi Arena Perebutan Panggung

11 Mei 2026 - 18:17 WIB

Paripurna Raperda Jasa Bangunan Jombang, Hadi Atmaji: Persilakan Bupati untuk Disempurnakan

11 Mei 2026 - 18:07 WIB

Pegadaian XII Surabaya Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

11 Mei 2026 - 14:33 WIB

Diduga Laka Tunggal Jasad Mahasiswa Jombang Hanyut di Saluran Irigasi Megaluh

11 Mei 2026 - 13:59 WIB

Trending di News