Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

8 Ekonom Ungkap Prospek Ekonomi RI 2026, Ini Prediksi Lengkapnya

badge-check


					Ilustrasi bisnis Perbesar

Ilustrasi bisnis

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Memasuki 2026, delapan ekonom Indonesia memproyeksikan perbaikan kondisi ekonomi nasional dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan 2025. Konsumsi rumah tangga yang menyumbang sekitar 53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan kembali menguat, seiring fokus pemerintah meningkatkan daya beli melalui stimulus fiskal dan moneter.

Selain konsumsi, komponen PDB terbesar kedua yakni Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) diprediksi turut menguat, ditopang meningkatnya aktivitas investasi yang porsinya mencapai 29,15% dari PDB. Kinerja ekspor yang berkontribusi 22,18% terhadap PDB juga dinilai tetap terjaga berkat prospek perdagangan global yang lebih kondusif.

Akselerasi Pertumbuhan

Para ekonom dari sektor keuangan hingga lembaga riset sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami percepatan pada 2026, meskipun belum mampu menyamai target pemerintah sebesar 5,4% sebagaimana tercantum dalam UU APBN 2026. Bahkan, sebagian proyeksi berada di bawah target pertumbuhan pemerintah 2025 sebesar 5,2%.

Tim Ekonom BCA memperkirakan pertumbuhan PDB riil 2026 berada di kisaran 5,1%, sedikit lebih tinggi dari estimasi 2025 sebesar 5%. Dorongan utama berasal dari stimulus fiskal dan moneter yang diharapkan meningkatkan konsumsi dan investasi, meski hambatan struktural berupa lambatnya pertumbuhan pendapatan masyarakat masih menjadi tantangan.

Proyeksi serupa disampaikan oleh Ekonom CGS International Wisnu Trihatmojo, yang menilai tekanan PHK telah mereda sehingga daya beli mulai pulih, meskipun tingkat pendapatan masih terbatas. Investasi juga diperkirakan terdongkrak oleh peran Badan Pengelola

Investasi Danantara.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 berada di rentang 5,1%–5,2%, didukung ruang penurunan suku bunga BI yang lebih luas serta inflasi yang terjaga di bawah 3%. Ekonom Maybank Myrdal Gunarto memperkirakan pertumbuhan bisa mencapai 5,21%, sementara Ekonom UOB Kay Hian Surya Wijaksana bahkan memproyeksikan 5,3% berkat perbaikan daya beli kelas menengah dan atas.

Di sisi lain, lembaga riset CORE Indonesia memperkirakan pertumbuhan lebih moderat di kisaran 4,9%–5,1%, dengan tekanan upah riil sebagai faktor pembatas. ISEAI memprediksi pertumbuhan 5%–5,4%, meskipun konsumsi rumah tangga dinilai melambat secara struktural akibat meningkatnya biaya hidup.

Iklim Perdagangan

Meredanya ketegangan perang dagang global dan menurunnya risiko tarif resiprokal AS meningkatkan optimisme terhadap kinerja ekspor Indonesia. Pertumbuhan net ekspor 2026 diperkirakan sekitar 4%, sedikit di bawah capaian 2025.

Namun, pelemahan ekonomi China diperkirakan menekan permintaan komoditas dan harga ekspor utama Indonesia. Sejumlah kesepakatan dagang internasional seperti IEU-CEPA dan ICA-CEPA diharapkan menjadi katalis positif, meskipun normalisasi ekspor pada 2026 diperkirakan menahan laju pertumbuhan.

Prospek Investasi

Para ekonom menilai iklim investasi pada 2026 akan semakin kondusif. Pertumbuhan investasi diperkirakan meningkat ke kisaran 5%–5,13%, didukung percepatan belanja pemerintah, peran Danantara, serta fokus investasi pada sektor hilirisasi, energi, dan infrastruktur.

Meski demikian, pemulihan investasi asing langsung (FDI) masih memerlukan penguatan kepercayaan terhadap stabilitas politik, regulasi, dan transparansi kebijakan.

Tekanan Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergejolak pada 2026. BCA memperkirakan rata-rata kurs berada di kisaran Rp16.784 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan 2025. Tekanan berasal dari ketidakpastian kebijakan moneter global, geopolitik, serta lemahnya fundamental eksternal.

Permata Bank memperkirakan rupiah bergerak di sekitar Rp16.500–Rp16.700, sementara UOB Kay Hian memperingatkan potensi pelemahan hingga Rp17.234 pada akhir tahun. Tekanan nilai tukar berisiko memicu inflasi impor dan menahan konsumsi.

Meski demikian, mayoritas ekonom memperkirakan BI masih akan menurunkan suku bunga hingga sekitar 4%, dengan defisit transaksi berjalan berpotensi melebar ke 0,4% dari PDB.

Defisit Fiskal

Upaya pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi mendorong kebijakan fiskal yang semakin ekspansif. Target defisit APBN 2026 dinaikkan menjadi sekitar 2,68%–2,72% dari PDB atau mendekati Rp700 triliun.

Sejumlah ekonom menilai defisit tersebut masih aman karena berada di bawah batas 3% PDB, meskipun keberlanjutan fiskal menjadi perhatian mengingat rasio penerimaan negara Indonesia relatif rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya. Pemerintah juga dinilai memiliki ruang utang yang semakin terbatas akibat menipisnya Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bahlil Ungkap CNG Merah Putih 3 Kg Bakal Digarap Bersama Pindad

21 Juli 2026 - 18:52 WIB

Polres Bangkalan Ungkap Kekerasa Seksual Anak Bawah Umur

21 Juli 2026 - 18:40 WIB

Kekeringan Meluas, BPBD Jatim Catat 14 Kabupaten Berstatus Darurat

20 Juli 2026 - 19:14 WIB

Usaha Rumahan Ikut Didata, BPS Pastikan Bukan untuk Urusan Pajak

20 Juli 2026 - 18:54 WIB

Arab Saudi Jajaki Bandara Dhoho Kediri Layani Penerbangan Haji dan Umrah

19 Juli 2026 - 19:10 WIB

Tanpa Biaya Administrasi Produk UMKM Bisa Mejeng di Ritel Modern

19 Juli 2026 - 18:59 WIB

Akses Jalan Jati–Banjarbendo Masih Diperebutkan, Pemkab Sidoarjo Ajukan Banding

19 Juli 2026 - 11:36 WIB

Runway Bandara Juanda Direvitalisasi, Airbus A380 Ditarget Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

ITS Pastikan Tak Ada Mahasiswa Gagal Kuliah karena Faktor Ekonomi

17 Juli 2026 - 19:53 WIB

Trending di Nasional