Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS COM, JAKARTA– Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyerukan agar kampus-kampus di Indonesia terlibat langsung menangani musibah yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Melalui unggahan media sosialnya, pertama tama Stella menyampaikan rasa duka atas tersebut. “Saya dan seluruh sivitas akademika turut prihatin dan berbelasungkawa terhadap kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ucap Stella.
Kementerian mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya diam, melainkan segera menyusun rencana aksi yang konkret.
Stella berharap kampus dapat mengirimkan rancangan kegiatan tanggap darurat yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kami mengajak seluruh sivitas dan akademika sebagai aksi nyata kampus berdampak untuk memasukkan proposal tanggap darurat,” ujarnya.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk mendukung inisiatif ini. Total dana yang disiapkan mencapai Rp30 miliar, di mana setiap proposal yang disetujui bisa memperoleh pembiayaan hingga Rp500 juta.
Bantuan ini diharapkan mencakup delapan sektor penting, seperti pembagian logistik, layanan kesehatan, air bersih, hingga pemulihan ekonomi dan pendidikan darurat.
Stella juga menjadwalkan kunjungan kerja ke lokasi bencana untuk memastikan penanganan berjalan baik. Ia dan timnya akan memantau langsung situasi di lapangan.
“Posko di Sumatera Utara pada tanggal 4 Desember 2025 di Medan dan juga akan hadir di daerah terdampak Sibolga dan Tapanuli Tengah,” jelasnya.
Perhatian kementerian tidak hanya pada masyarakat umum, tetapi juga khusus bagi mahasiswa yang studinya terganggu akibat bencana ini.
“Dan juga kami sedang memikirkan dan menjalankan bantuan bagi mahasiswa-mahasiswa yang terdampak,” tutur Stella menutup keterangannya.
“Mari kita bersama-sama membantu saudara kita.”.***








