Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Rp27 Triliun dari Kurban, Distribusi Daging Masih Belum Merata

badge-check


					Rp27 Triliun dari Kurban, Distribusi Daging Masih Belum Merata Perbesar

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Nilai ekonomi dari aktivitas ibadah kurban di Indonesia diproyeksikan akan menyentuh angka yang sangat besar pada perayaan Idul Adha 1447 H atau tahun 2026. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan perputaran uang dalam simulasi mikro hewan kurban tersebut hampir mencapai Rp 27 triliun.

Angka tepat yang diprediksi oleh Indef adalah sebesar Rp 26,89 triliun sebagai total valuasi transaksi nasional. Kabar ini disampaikan langsung oleh Nur Hidayah selaku Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef dalam sebuah pernyataan pada Rabu (27/5).

Selain nilai transaksi yang fantastis, Indef juga memaparkan perkiraan jumlah hewan kurban yang akan disembelih oleh masyarakat Indonesia pada periode tersebut. Diperkirakan akan ada sekitar 1,59 juta ekor hewan yang terdiri dari kombinasi jenis ruminansia besar dan kecil.

Berikut adalah rincian proyeksi jumlah hewan kurban yang akan dikonsumsi oleh masyarakat:

– Hewan kurban jenis sapi diperkirakan mencapai 493 ribu ekor di seluruh wilayah Indonesia.
– Hewan kurban jenis kambing atau domba diprediksi menyentuh angka 1,09 juta ekor.
Estimasi total tonase pangan dari daging kurban yang akan terdistribusi mencapai 99.290 ton.

Volume daging yang mencapai puluhan ribu ton tersebut memiliki dampak yang signifikan terhadap ketahanan pangan nasional dalam jangka pendek. Nur Hidayah menjelaskan bahwa jumlah ini setara dengan pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi seluruh penduduk Indonesia selama 2,5 hari.

Masalah Ketimpangan Distribusi yang Masih Tinggi

Meskipun memiliki nilai ekonomi yang tinggi, Indef mencatat adanya sebuah paradoks besar terkait distribusi daging kurban di tanah air. Aktivitas kurban yang seharusnya menjadi alat pemerataan sosial justru dinilai masih memperlebar kesenjangan antarwilayah.

Hal ini terjadi karena adanya penumpukan stok daging di satu wilayah tertentu, sementara wilayah lain mengalami kekurangan pasokan yang cukup parah. Nur menyoroti bagaimana Pulau Jawa masih mendominasi perputaran ekonomi kurban secara nasional dengan persentase yang sangat masif.

Menyikapi kondisi tersebut, Nur Hidayah memberikan saran mengenai perlunya rumusan kebijakan terkait realokasi distribusi hewan kurban secara eksplisit. Ia mendorong agar aliran bantuan daging dialihkan dari wilayah Jawa yang sudah surplus menuju wilayah minus seperti Papua.

Meski demikian, proses realokasi ini harus tetap memperhatikan prinsip atau fiqih “aulawiyat” yang mengedepankan prioritas bagi lingkungan terdekat. Nur menegaskan bahwa pendekatan ini sangat penting agar aspek sosial kemasyarakatan yang menjadi inti ibadah kurban tidak hilang.

Selain masalah jangkauan wilayah, Indef juga menyoroti pentingnya inovasi dalam cara penyaluran daging kepada masyarakat. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan tidak hanya membagikan daging dalam kondisi segar atau mentah kepada penerima manfaat.

Daging kurban dapat diolah terlebih dahulu menggunakan teknologi pangan agar memiliki masa simpan yang lebih lama atau tahan lama. Dengan pengemasan dan pengolahan yang tepat, distribusi daging bisa menjangkau daerah-daerah terpencil yang memang sangat membutuhkan asupan protein hewani.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

“Demam Ube” Menggila: Filipina Stop Eksport, Peluang Emas Ubi Ungu Indonesia Mendunia

20 September 2026 - 18:28 WIB

Penyeberangan Pelabuhan Jangkar-Celukan Bawang Dioptimalkan

18 September 2026 - 20:39 WIB

Trending di Nasional