Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG — Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, menggelar sarasehan bersama Anggota DPR‑RI Komisi IV Fraksi PDI‑Perjuangan dan Anggota Banggar MPR RI, Hajah Sadar Restuwati, Minggu, 8 November 2026.
Menghadirkan thema: Mewujudkan Keadilan Sosial Melalui Pemerataan Pembanguman Dan Pemenuban Kebutuhan Dasar Masyarakat.
Acara dihadiri sekitar 100 orang terdiri dari perangkat desa, pengurus kelompok tani, pelaku usaha manik‑manik, serta perwakilan DPRD Kabupaten Jombang ini bertujuan mendengarkan tantangan warga dan merumuskan langkah dukungan ke depan.
Dalam pembukaan, Kepala Desa Plumbon Gambang, Nurwakit menyampaikan terima kasih, bahwa desa yang terdiri dari lima dusun ini telah menerima bantuan pembangunan gedung tahun ini, namun anggaran yang ada belum cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan.
Ia juga mengapresiasi perhatian Ibu Hajah Sadar Restuwati yang selama ini memberikan dukungan kepada warga, meskipun tidak masuk dalam bidang tugas utamanya.
Sejak beberapa waktu lalu, Desa Plumbon Gambang bersama 18 desa se‑Kecamatan Gudo memperoleh bantuan program khusus dari pusat.
Butuh Bahan Baku
Ketua Poktan yang juga Asosiasi Manik dan Asesori (AMA) Pelumbon Gambang Sugeng Widodo menyampaikan kesulitan para petani setempat, mulai dari keterbatasan sarana irigasi hingga tantangan pemasaran hasil panen.
Para petani juga mengeluh ketersediaan pupuk yang sulit didapat, karena penyalurannya tidak hanya melalui kios terpadu.
Dalam paparannya, angggota DPR RI dari Fraksi PDI P dan Banggar DPR RIHajah Sadar Restuwati menjelaskan kondisi pertanian di wilayah ini.
Meskipun harga gabah saat ini relatif tinggi, keuntungan petani tidak sebesar yang terlihat, karena biaya tenaga kerja dan kebutuhan produksi terus naik.
Ia yang berlatar belakang dosen pertanian juga menjelaskan bahwa kebutuhan pupuk berbeda‑beda tergantung jenis tanah; tanah berpasir di sebagian wilayah Jombang Timur lebih cepat kehilangan unsur hara dibanding tanah lempung.
Selain sektor pertanian, desa ini dikenal sebagai sentra kerajinan manik‑manik dari limbah kaca bekas yang sudah diekspor ke luar negeri.
Namun para pengrajin menghadapi kendala modal dan desain produk yang belum mengikuti tren masa kini.
Ibu Hajah Sadar Restuwati berjanji akan mengajak desainer batik bekerja sama dengan pengrajin lokal untuk membuat model yang lebih menarik, serta mengusulkan akses kredit berbunga rendah melalui perbankan.
Ia juga akan menjajaki kerja sama riset dengan BRIN untuk meningkatkan kualitas bahan baku manik‑manik tersebut.
Terkait program pekarangan pangan bergizi dari Kementerian Pertanian, anggaran yang dialokasikan saat ini lebih kecil dibanding tahun‑tahun sebelumnya.
Dana tersebut tidak dibagikan sebagai uang tunai, melainkan untuk penyediaan polybag, bedengan, dan sarana tanam lainnya guna mendukung ketahanan pangan keluarga warga.
Di akhir acara, Sadar Restuwati menyatakan akan bertemu dengan pihak terkait di tingkat kabupaten guna mencari solusi persoalan penyaluran pupuk.
Seluruh usulan warga akan dicatat dan diperjuangkan ke tingkat pusat guna mendorong kemajuan sektor pertanian dan kerajinan di Desa Plumbon Gambang.**






