Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

1 Juni Isyarat Memutar Kembali Nilai-nilai Luhur Pancasila

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONESWS.COM—  Setiap tanggal 1 Juni, kita kembali mengheningkan cipta dan merenungkan makna mendasar dari lahirnya Pancasila.

Hari ini bukan sekadar peringatan sejarah semata, melainkan momen krusial untuk memahami kembali hakikat bahwa Pancasila adalah dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan jiwa sejati Indonesia — nilai yang sejatinya harus tertanam kokoh di dalam hati sanubari setiap jiwa yang mendiami bumi Pertiwi Nusantara.

Namun, ada kenyataan yang sungguh memilukan. Huruf demi huruf, kata demi kata, dan kalimat demi kalimat yang termaktub dalam Falsafah Pancasila seolah-olah hanya menjadi slogan belaka.

Di tengah kita, masih terlihat kekejaman, penyiksaan, kebengisan, kebencian, ketidakadilan, dan ketidakmakmuran yang terjadi di mana-mana.

Bahkan, banyak pihak yang menyelimuti diri dan bertopengkan Pancasila semata-mata demi kekuasaan.

Mereka berupaya menjadi penguasa yang sewenang-wenang, merasa sakti, dan kebal hukum, seolah tidak terpengaruh oleh ketokan palu keadilan.

Wajah-wajah tampak lembut, tangan-tangan tampak halus, namun di balik itu, jari-jarinya mencengkeram dan mencekik rakyat demi kemakmuran pribadi. Inilah wajah oligarki, konglomerasi, dan korupsi yang menjadi racun bangsa.

Inilah ancaman nyata bagi persatuan dan kedaulatan negara, ketika nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dikhianati secara terang-terangan.

Karena itu, mari kita sadari dan bangkitkan kembali semangat persatuan seluruh rakyat Indonesia, agar Pancasila tetap tegak berdiri kokoh.

Buktikanlah bahwa Pancasila bukan sekadar tulisan mati di lembaran konstitusi, melainkan kekuatan nyata yang mampu menyatukan kita — yang berbeda suku, agama, ras, dan budaya — dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kekuatan sejati Pancasila terletak pada kemampuannya menjadi perekat yang tangguh, menampung segala keberagaman, dan mengarahkan langkah kita menuju tujuan bersama: mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan beradab.

Mari kita renungkan: mengenang kelahiran Pancasila tidak cukup hanya dengan perayaan atau upacara.

Ujian bagi Pancasila kini telah berubah wujud. Tantangan zaman datang dalam bentuk perbedaan pendapat yang tajam, penyebaran berita bohong, hasutan perpecahan, hingga lunturnya rasa saling menghormati antar sesama anak bangsa.

Di sinilah letak tugas utama kita saat ini: menghidupkan kembali dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari.

Ketika kita mengamalkan Sila Pertama, kita menegakkan kehidupan beragama yang damai, saling menghargai, dan bebas dari paksaan.

Melalui Sila Kedua, kita memperlakukan sesama manusia dengan rasa kemanusiaan yang adil dan beradab, tanpa membeda-bedakan status sosial, asal-usul, atau kekayaan.

Sila Ketiga mengajarkan kita untuk selalu mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan, serta menjaga persatuan di tengah segala perbedaan yang ada.

Dengan Sila Keempat, kita menjunjung tinggi demokrasi sejati melalui jalan musyawarah dan mufakat, bukan dengan kekerasan, arogansi, atau pemaksaan kehendak.

Dan melalui Sila Kelima, kita berjuang tanpa henti mewujudkan keadilan sosial yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia, agar kesejahteraan dan kemakmuran benar-benar dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya segelintir pihak saja.

Pancasila akan tetap abadi dan menjadi tiang negara selama kita, sebagai warga negara, berkomitmen menjadikannya pedoman hidup.

Kekuatan dan kesaktian Pancasila sebenarnya ada di tangan kita sendiri; tercermin dalam cara kita berbicara, bersikap, dan bertindak.

Mari jadikan peringatan lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni ini sebagai titik balik untuk memperteguh janji suci kita: menjaga persatuan, menolak segala bentuk perpecahan, dan terus membangun Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan bermartabat di bawah naungan Pancasila.

Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila.

Tetaplah tegak dan bersinar di dada setiap warga negara Indonesia.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Elon Musk: Blindsight Implant bagi Penyandang Kebutaan Bisa Melihat

30 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

30 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

30 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:38 WIB

13 Pelanggaran yang Masuk RUU Perampasan Aset

30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Trending di News